Sepanjang Sejarah, Amerika Serikat Telah Dua Kali Melakukan Pemakzulan (impeachment) Terhadap Presidennya

Sepanjang Sejarah, Amerika Serikat Telah Dua Kali Melakukan Pemakzulan (impeachment) Terhadap Presidennya

Sepanjang sejarah, Amerika Serikat telah dua kali melakukan pemakzulan (impeachment) terhadap presidennya. Pertama adalah mantan presiden Richard Nixon yang dimakzulkan pada 1974 atas Skandal Watergate.

Pada skandal tersebut, Presiden Nixon terbukti melakukan skandal penyadapan terhadap sejumlah pejabat tinggi pemerintahan AS demi keuntungan politisnya.

Ia bahkan melakukan penyalahgunaan kekuasaan, dengan memerintahkan Biro Investigasi Federal (FBI), Badan Intelijen CIA, dan Badan Pemeriksa Keuangan AS (IRS, Internal Revenue Service). Untuk menginvestigasi lawan politiknya, demi keuntungan Nixon.

Kedua adalah mantan presiden Bill Clinton. Suami Hillary Clinton itu dimakzulkan pada 1998 atas skandal perselingkuhannya dengan Monica Lewinsky. Berdasarkan keputusan Kongres AS, Clinton terbukti menghalangi proses penegakan hukum dan memberikan kesaksian palsu demi menutup-nutupi kasus perselingkuhannya.

Dan kini, isu pemakzulan ketiga presiden AS kian menghangat. Presiden Donald Trump terancam dimakzulkan setelah sejumlah peristiwa dan kasus yang mencuat ke permukaan publik.

Sementara itu, pihak kedua adalah Anggota Kongres AS dari Partai Demokrat, perwakilan California Brad Sherman dan Maxine Waters, perwakilan Texas Al Green, dan mantan Jaksa Federal AS, Preet Bhahara. Sherman dan Al Green mengajukan sebuah artikel resmi pengusulan pemakzulan Presiden Trump kepada Kongres AS pada 13 Juni 2017.

Sedangkan Bhahara menyebut bahwa “pasti ada sejumlah bukti” yang mampu dijadikan pemicu untuk memulai investigasi guna memakzulkan presiden ke-45 AS tersebut.

Usulan pemakzulan Trump yang datang dari Comey akan disampaikan pada Kamis 15 Juni nanti dalam sebuah sidang dengar pendapat di hadapan Senat Komite Intelijen. Pada sidang dengar pendapat itu, Comey akan menyampaikan sebuah kesaksian yang akan memberatkan Presiden Trump.

Dalam kesaksiannya nanti, Comey akan menyampaikan bahwa dirinya diminta oleh. Presiden Trump untuk menghentikan penyelidikan FBI terhadap mantan Penasihat Keamanan Nasional AS, Michael Flynn.

Biro Investigasi Federal yang dipimpin oleh Comey pada waktu itu tengah menyelidiki dugaan keterlibatan Flynn dengan Rusia serta campur tangan Negeri Beruang Merah untuk memenangkan Presiden Trump dalam Pilpres AS 2016.

error: Content is protected !!