Serangan Roket Suriah Tewaskan 250Orang

Be Sociable, Share!
Serangan Roket Suriah Tewaskan 250Orang

Serangan Roket Suriah Tewaskan 250Orang,Pemerintah Suriah Melakukan Serangan roket di daerah yang dikuasai pemberontak di Ghouta Timur, Suriah, pada 19 Februari 2018. Menewaskan 250 orang. Hal tersebut dilaporkan oleh Syrian Observatory.

Menurut sejumlah aktivis, Serangan bom tersebut merupakan kejahatan terburuk yang terjadi di Ghouta Timur sejak 2013.

Diketahui Lebih dari 50 anak-anak turut menjadi korban tewas dan 1.200 lainnya terluka akibat serangan Roket di wilayah Suriah yang dikuasai pemberontak.

Perserikatan Bangsa Bangsa menyampaikan sebelumnya bahwa situasi tersebut dapat menjadi tak terkendali. PBB juga meminta  sejumlah para Militer untuk melakukan gencatan senjata.

Agar bantuan kemanusiaan dapat disalurkan dan mereka yang luka-luka bisa mendapat perawatan secepatnya. Seorang dokter setempat mengatakan bahwa apa yang terjadi di Ghouta Timur adalah bencana kemanusiaan. Para warga terjebak dalam perang yang berkelanjutan dan tidak ada tempat untuk kabar. Kelaperan pun di mana mana.

“Orang tidak punya tempat untuk kaburMereka mencoba bertahan tapi rasa lapar akibat pengepungan telah melemahkan mereka secara signifikan,” ” ucapnya

Menrutunya. Hal tersebut terjadi setelah pasukan pro pemerintah Suriah yang didukung oleh Rusia, mengintensifkan serangan mereka sejak 18 Februari 2018 untuk mengambil alih Ghouta Timur dari pemberontak.

Koordinator PBB di Suriah, Panos Moumtzis, Dirinya menyampaikan bahwa ia terkejut dengan laporan yang di dapat. Bahwa rumah sakit di sana menjadi target secara sengaja. Dirinya  memperingatkan, hal tersebut merupakan kejahatan perang.

Tercatat, Lima rumah sakit di Marj, Saqba, dan Douma menjadi target dan kini kondisinya tidak dapat beroperasi atau hanya bisa beroperasi sebagian. Setelah pemerintah melancarkan serangan terhadap rumah sakit tersebut. Sementara itu pada Selasa, 20 Februari 2018, sebuah rumah sakit di Zamalka turut diserang.

Syrian American Medical Society mengatakan, sebuah rumah sakit di Arbin juga tak dapat beroperasi pada Selasa. Sementara itu Syrian Observatory menyebut, fasilitas medis itu ditargetkan oleh pesawat tempur Rusia.

Pemerintah Suriah juga telah mengizinkan satu rombongan konvoi kemanusiaan ke Ghouta Timur sejak November 2017. Namun Saat ini warga di sana mengalami kekurangan makanan maupun air bersih untuk keseharian

Diketahui untuk harga sepotong roti saat ini bisa mencapai 22 kali lipat rata-rata harga nasional. Dan tercatat sebanyak 12 persen balita pun dilaporkan mengalami kekurangan gizi akut.

Sejumlah gudang makanan turut hancur, di mana hal tersebut bisa mengganggu pasokan makanan warga. Warga mengkhawatirkan bahwa operasi yang dilancarkan Pasukan Suriah itu akan mengubah tempat mereka menjadi Aleppo kedua.

detiktribun

 

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!