Sidang Lanjutan e-KTP, Jaksa Agung Akan Mulai Bongkar Tim Fatmawati

Be Sociable, Share!

Sidang Lanjutan e-KTP, Jaksa Agung Akan Mulai Bongkar Tim Fatmawati

Jaksa Agung akan mulai bongkar tim Fatmawati

Jaksa akan mulai fokus ke tahapan di persidangan selanjutnya yakni proses lelang dan pengadaan e-KTP pada pemeriksaan saksi-saksi. “Ini kita akan masuk ke konsorsium. Kalau yang beberapa waktu kemarin dan tadi baru penganggaran. Kita sudah selesai dengan penganggaran, termasuk bagian DPR-nya, kami rasa cukup. Kita akan mulai dengan persengkongkolann terkait tim Ftamawati, proses pengadaan e-KTP,” ujar jaksa KPK Irene Putri kepada wartawan usai persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat.

Pembuktian mengenai tim Fatmawati terkait pengadaan e-KTP dianggap sangat penting. Sebab orang-orang yang terlibat di tim tersebut merancang kontruksi dengan mengatur proses sebelum lelang, lelang hingga pelaksanaan pengadaan. “Tim Fatmawati sangat penting karena merekalah orang-orang yang meng-create terkait dengan project ini dan besaranya. Sampai dengan kemudian, seperti yang dijelaskan saksi Anang ya, bahwa ada produk-produk yang sebenarnya sudah dikondisikan sejak awal,” terang Irene.

KPK sudah mengantongi sederet bukti yang akan dipaparkan dalam persidangan. Saksi-saksi yang akan dihadirkan juga akan dimintai keterangan mengenai kongkalikong e-KTP. “Tim Fatmawati ada banyak dokumen, ada banyak saksi yang akan menerangkan kalau Tim Fatmawati itu ada. Ada saksi juga ada yang dari kemendagri, yang akan menjelaskan,” ujar Irene.

Panggil Sejumlah Pihak

Terkait proses pengadaan e-KTP. jaksa Irene mengatakan pihaknya akan memanggil pihak Indosat untuk menerangkan proyek jaringan komunikasi data (jarkomdat) e-KTP dikerjakan. Pada sidang hari ini. Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo mengatakan perusahaanya tak memiliki sistem jarkomdat sehingga mendelegasikan pekerjaan tersebut ke INdosat.

“Satu hal yang tadi kita kemukakan saja, jarkomdat itu dalam kontrak (proyek e-KTP, red) harusnya dikerjakan Quadra Solution. Tapi Quadra Solution tidak punya jaringan ternyata dan dia kemudian mensubkan kepada Indosat,” terang Irene.

Anang, lanjut Irene, mengakui biaya delegasi pekerjaan itu sebesar Rp 238 miliar. Yang jadi masalah, Quadra Solution mendapat jatah Rp 1,4 triliun untuk mengerjakan bagiannya.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!