Sidang Pertama SetNov, Ditanya Malah Diam Saja, Dominan Mengulur Waktu

Sidang Pertama SetNov, Ditanya Malah Diam Saja, Dominan Mengulur Waktu

Sidang pertama Setya Novanto sebagai tersangka dugaan dalam kasus korupsi e-KTP belum dibuka oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor. Karena, dari awal Ketua Hakim Yanto menanyakan identitasnya, SetNov terkadang mendengarnya dan terkadang tidak.

Padahal sebelum menuju ke pengadilan, kesehatan Novanto telah dikonfirmasi cukup baik dan bisa diadili. Bahkan sudah tiga dokter yang memeriksanya juga didatangkan di persidangan untuk memastikan kondisinya sangat sehat.

Namun Novanto tetap saja melakukan hal yang sama saat hakim kembali menanyakan identitasnya. Sampai pada akhirnya ada permintaan dari pengacara Novanto bahwa kliennya menginginkan kesehatannya diperiksa oleh dokter dari RSPAD.

Hakim mencoba untuk mengambil jalan tengah dengan mengatakan kesehatan Novanto kembali diperiksa di pengadilan. Tiga dokter yang salah satunya dokter tambahan dari RSPAD telah diminta untuk hadir untuk melakukan pemeriksaan terkait kesehatan Novanto.

Ketika dokter dari RSPAD sampai di pengadilan, malah Novanto menolak untuk diperiksa. Nah, alasannya, dokter yang datang tidak seperti yang diharapkan. Novanto ingin diperiksa oleh dokter spesialis bukannya dokter umum.

“Setelah saya berbicara dengannya, akhirnya dianggap tidak akan seimbang,” kata pengacara Novanto, Maqdir, Rabu (13/12).

Kemudian, Maqdir bersikeras agar pemeriksaan kesehatan Setnov dilakukan di RSPAD. Mendengar alasan Maqdir, Ketua Hakim Yanto lalu menegur karena kurangnya keseriusan.

saya minta dokter spesialis datang, jangan nanti dokternya sampai disini terus ditolak

“Saya kasih kalian kesempatan sampai jam 11 sampai hari ini enggak ada yang seperti itu. Tidak ada komunikasi, saya minta dokter spesialis datang, jangan nanti dokternya sampai disini terus ditolak.” kata Hakim Yanto.

Hakim Yanto juga menanyakan terkait kegiatan yang dilakukan terdakwa saat istirahat sesi pertama dari pukul 11.00 sampai 14:40 WIB. Jaksa Penuntut Umum yang diwakili Irene Putri memastikan saat istirahat. Setya Novanto mengikuti makan siang disertai oleh tim pengacaranya.

Tiga dokter yang didatangkan oleh jaksa umum KPK yaitu dari IDI, RSCM, dan KPK juga mengatakan kondisi kesehatan ketua DPR itu sangatlah sehat.

“Apakah saat makan siang terdakwa bisa makan siang?” Tanya Yanto.

“Memang benar terdakwa juga makan siang dan disaksikan oleh tim penasihat hukum,” kata Jaksa Irene Putri.

Akhirnya hakim kembali menunda persidangan untuk musyawarah.

error: Content is protected !!