Siti Aisyah Diancam Hukuman Gantung, Pemerintah Akan Beri Bantuan Hukum

Be Sociable, Share!

Siti Aisyah Diancam Hukuman Gantung, Pemerintah Akan Beri Bantuan Hukum

Dua wanita yang mengoleskan VX ke wajah Kim Jong-Nam  akan segera diadili di Kuala Lumpur, Rabu, 1 Maret 2017. Keduanya didakwa melakukan pembunuhan dan terancam hukuman gantung. Seperti dilaporkan AFP, penggunaan zat mematikan VX oleh kedua wanita asal Vietnam (Doan Thi Huong) dan Indonesia (Siti Aisyah) dinilai sejumlah kalangan internasional sebagai bukti keterlibatan Korea Utara sebagai dalang pembunuhan kakak tiri Kim Jong-un pada 13 Februari 2017 lalu.

“Mereka akan disidang. Sesuai dengan pasal 302 soal pembunuhan, keduanya akan didakwa dengan menggunakan pasal tersebut,” ujar Jaksa Penuntut Umum Mohamed Apandi Ali kepada AFP lewat pesan pendek, Selasa, 28 Februari 2017.  Jika terbukti bersalah, mereka akan menerima hukuman mati dengan cara digantung.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggolongkan VX sebagai senjata pemusnah massal. Seujung jarum saja racun itu menetes ke permukaan kulit, korban niscaya mati dalam beberapa menit.

“Dosis yang diberikan begitu tinggi, dan (racun) bekerja begitu cepat ke sekujur badan. Jantung akan kena dampaknya, paru-paru jelas terpengaruh, semua organ akan merasakan efeknya,” ujar Menteri Kesehatan Malaysia, Subramaniam Sathasivam, dikutip NPR, ketika menjelaskan efek racun tersebut pada manusia.

Kasus ini keruan memicu ketegangan hubungan antara Malaysia dengan Korea Utara. Menghangatnya hubungan berhulu dari pernyataan bahwa Korea Utara “sepenuhnya menolak” hasil pemeriksaan mayat korban karena pihak berwenang Malaysia telah melakukan autopsi “tanpa izin dan kesaksian” wakil Korea Utara.

Pada Senin (20/2), Malaysia menarik perwakilan diplomatiknya di Pyongyang, ibu kota Korea Utara, dengan dalih “konsultasi”.

Adapun langkah pemerintah Indonesia terhadap Siti Aisyah, tim perlindungan WNI Kedutaan Besar RI di Malaysia telah menemuinya pada Sabtu (25/2) sekitar pukul 10.30 waktu setempat.

“Malaysia itu punya tiga kasus kriminalitas yang ancamannya hukuman gantung sampi mati, antara lain membunuh orang terutama jika itu direncanakan, terlibat narkoba, dan kepemilikan senjata ilegal. Kalau untuk kasus Siti, itu memang berat dan ancaman hukumannya pun berat,” kata Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Herman Prayitno, saat ditemui di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, Rabu (1/3).

Herman menuturkan, saat ini tim KBRI dan kuasa hukum yang mendampingi Siti tengah mengupayakan agar hak hukum Siti sebagai WNI tetap berjalan.

Saat disinggung mengenai adanya kemungkinan Siti Aisyah menjadi agen rahasia negara lain, Herman tidak menampik hal tersebut. Meski demikian, dia menegaskan bahwa sudah kewajiban suatu negara untuk memberikan bantuan hukum sebelum tersangka terbukti bersalah.

“Kami di sini bukan berarti membenarkan yang salah, tetapi kami berupaya supaya hak hukum yang bersangkutan tetap diperjuangkan entah dia salah maupun benar. Ini sudah sesuai dengan UUD negara untuk melindungi rakyatnya,” papar Herman.

Untuk menangani kasus ini, kata Herman, KBRI Kuala Lumpur telah menyewa pengacara khusus menangani WNI yang terancam hukuman mati di negeri orang. Selama menjabat sebagai Duta Besar, Herman juga mengungkapkan sudah banyak sekali WNI terbebas dari hukuman mati karena tim pengacara ini.

Baca juga berita terkini lainnya di Detiktribun

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!