Siti Aisyah Dibayar Rm400 Untuk Acara Hiburan

Siti Aisyah Dibayar Rm400 Untuk Acara Hiburan

Siti Aisyah Dibayar Rm400 Untuk Acara Hiburan. Persidangan Siti Aisyah, 25 tahun, warga kenegara Indonesia yang menjadi salah satu tersangka dalam pembunuh Kim Jong-nam yang merupakan kakak pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saat berada di bandara.

Dalam persidanga tersebut, Siti Aisyah dibayar sebesar RM400 atau setara Rp 1,3 juta untuk sebuah acara gurauan. Informasi tersebut dinyatakan  dalam lanjutan sidang pembunuhan Kim Jong-nam di Kuala Lumpur, Malaysia

Di dalamPernyataan tersebut, Siti Aisyah di Bayar oleh seorang pria bernama Ri Ji-u atau James,  Siti Aisyah setelah dia setuju ikut berperan dalam acara gurauan yang dikatakan akan dimasukan ke situs YouTube.

Pihak penyidik Wan Azirul Nizam Che Wan Aziz menyampaikan bahwa Dirinya telah sepakat. Mengenai keterangan dari pengacara Siti Aisyah, Gooi Soon Seng telah menjelaskan bahwa. Kliennya dibayar oleh James untuk ikut bermain dalam sebuah acara dalam acara hiburan tersebut.

Gooi Soon Sengi mengatakan James sebelumnya meminta Siti Aisyah untuk tampil dalam tiga acara gurauan. Kepada tiga orang berbeda di sebuah kawasan pancuran air di depan Paviliun Kuala Lumpur. Gurauan tersebut terjadi pada 5 Januari 2017 untuk direkam melalui video. Namun Azirul mengatakan dia tidak tahu di mana dan kapan acara gurauan itu direkam.

Kuasa hukum Siti pun menerangkan secara detail mengenai persetujuan atas gurauan tersebut. Awalnya Siti Aiyah di tawarkan oleh seorang sopir taksi bernama Kamarudin Masiod. Merupakan anak buah dari James.

Kamarudin Masiod mendekati Siti Aisyah saat dii Klub Pantai pada pukul 03.00 5 Januari 2017 untuk menawarkannya peran dalam acara gurauan itu tersebut.

Gooi lalu menjelaskan bawah ketiganya yaitu James, Siti Aisyah, dan Kamaruddin bertemu di Paviliun Kuala Lumpur pukul 11.00 di hari yang sama untuk merekam aksi gurauan itu.

Sidang berikutnya akan  dilanjutkan pada 8 Februari 2018. Dalam persidangan hari ini juga terungkap bahwa sebelumnya Kim Jong-nam sempat bertemu seorang intelijen Amerika Serikat. Lima hari sebelum dirinya meninggal dunia akibat racun .Pertemuan itu terjadi di Langkawi pada 9 Februari 2017.

detiktribun

error: Content is protected !!