Sri Mulyani Melakukan Pemblokiran Terhadap para Importir

Be Sociable, Share!
Sri Mulyani Melakukan Pemblokiran Terhadap para Importir

Sri Mulyani Melakukan Pemblokiran Terhadap para Importir. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawato telah melakukan pemblokiran terhadap para importir Illegal yang di perkirakana tidak melakukan kegiatan impor selama 12bulan, Hal Pemblokiran Tersebut dilakukan oleh Sri Mulyani upaya untuk reformasi dalam sektor perpajakan yaitu dari subsektor pajak dan bea cukai. Sebanyak 9568 Pemblokiran tersebut.

Sri Mulyani Menjelaskan bawah Dirinya akan menutup beberapa perusahaan yang beresiko tinggi dan tidak memiliki kepatuhan terhadap impor.

“Kita sudah memblokir 9.568 perusahaan yang tidak melakukan kegiatan impor selama 12 bulan. Ada nama perusahaannya, tapi dia tidak melakukan kegiatan dan juga mencabut izin,” Ujar Sri Mulyani.

Pemblokiran tersebut juga dilakukan terhadap 50 Perusahaan yang menerima fasilitas gudang berikat dan 88 Peruhaan yang menerima fasilitas dikawasat berikat bukan hanya itu saja Bagi Importir yang tidak memiliki Nomer Pokok Wajib Pajak juga akan dibekukan Izinnya.

“Mereka yang tidak aktif juga kita akan bekukan, Dan bagi yang masih aktif kita juga akan melakukan berbagai macam pemeriksaan untuk memperbaiki compliance mereka,” ucapnya.

Sri Mulyani Menegaskan. Dirinya ingin agar para importir melakukan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku di Indonesia. Dan Sehinga dapat ditingkatkan keinginan para pelaku usaha tersebut. Agar mendapatkan fasilitas pelayanan yang lebih baik.

Mengenai ini Tujuana adalah untuk memisahkan Pelaku perusahaan yang baik dan kurang baik. Sehingga jangan sampai pelaku yang baik itu dirugikan oleh pelaku yang kurang baik. Sehingga jangan meraka semua di curigai. Jika pelaku perusahaan yang baik akan mendapatkan pelayanan baik dan uintuk yang tidak baik akan membuat enforcement.

Menurut Heru Pembelokiran tersebut sangat lah efektif. Pada saat Tim Reformasi Pembean dan Cukai melakukan kecocokan dana pemberitahuan Importir Barang dengan SPT. Ditemukan beberapa perusahaan yang melakukan kenakalan

Untuk selanjutnya pihak kami akan melanjutkan pemerikasan kepada 725 Perusahaan yang datanya akan dicocokan antara pembean dengan pajak.

Pada kesempatan yang sama. Direktur Jenderal Bea, Heru Pambudi menyebutkan pihaknya menyatakan telah melakukan pemblokiran terdahap 674 Importir pada kuartal 1/2017 terhadap para Ratusan Importir tersebut. Yang di anggap beresiko tinggi melakukan Pelangaran peraturan yang berlaku.

“Kita sudah blokir 674 importir. Itu dasarnya adalah importir yang di quick win kuartal I ini sudah kita blokir. Ada 674, itu importir yang kita anggap risiko tinggi, yang nakal,” ujar heru.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!