Polisi Tahan Pembawa Bendera Merah Putih Bertuliskan Huruf Arab

Polisi Tahan Pembawa Bendera Merah Putih Bertuliskan Huruf Arab

Polisi menangkap seorang laki-laki yang diduga sebagai pembawa bendera merah putih bertuliskan aksara arab, saat unjuk rasa FPI di depan Mabes Polri, Senin lalu. Pria berinisial NF itu ditangkap Kamis, 19 Januari 2017, malam di Pasar Minggu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, NF berusia sekitar 20 tahun dan tercatat sebagai penduduk Klender, Jakarta Timur. “Tadi malam sudah kami amankan satu orang laki-laki di Pasar Minggu,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 20 Januari 2017.

Anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Nazri Adlani menyatakan, pembubuhan kalimat atau gambar pada Bendera Merah Putih merupakan bentuk pelanggaran. Ia menilai, hal tersebut sama dengan dosa dalam konteks agama.

“Bendera merah putih bagaimanapun tidak boleh ditambah-tambah. Kalau dalam agama berdosa,” ujar Nazri di Kantor Pusat MUI, Jakarta, Rabu (18/1).

Selain itu, Nazri juga menegaskan bahwa bendera merah putih merupakan bendera nasional haruslah dijaga kemurniannya. Sehingga jangan sampai dicoret-coret, apalagi oleh rakyatnya sendiri.

“Perlu kita beritahu supaya bendera merah putih itu Lambang negara. Harus dijaga dengan segala kekuatan,” tegasnya.

Argo mengungkapkan, saat ini penyidik masih menelusuri apakah NFmerupakan anggota FPI atau hanya simpatisan.

“Kita masih mendalami, nanti kita tunggu dulu dari Polres Jaksel. Tapi dari interogasi kemarin, dia suka ikut kegiatan. Setiap kegiatan unjuk rasa ikut,” bilang Argo.

Mereka adalah orang-orang yang melihat dan mendengar langsung kejadian dugaan penghinaan terhadap lambang negara itu.

Dari keempat saksi tersebut ada juga saksi dari massa FPI yang ikut dalam aksi tuntutan pencopotan Kapolda Jawa Barat di Mabes Polri, Senin (16/1/2017) lalu.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan bakal memeriksa tentang kebenarannya. Dia menegaskan ada undang-undang yang mengatur terkait lambang negara.

Diketahui, NF membawa dan mengibarkan Bendera Merah Putih bertuliskan Arab pada saat aksi unjuk rasa massa FPI dan sejumlah ormas lain, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2017).

Atas perbuatannya, NF terancam dijerat Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Lambang Negara, dengan ancaman hukuman 5 tahun bui.

 

Baca juga berita terkini lainnya di Detiktribun

error: Content is protected !!