Tarif Ojek Online Akan Ditentukan dalam UU Nomer 12 Tahun 2019

Be Sociable, Share!

Tarif Ojek Online Akan Ditentukan dalam UU Nomer 12 Tahun 2019. Pemerintah akhirnya menerbitkan Surat aturan ojek online yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor untuk Kepentingan Masyarakat.

Surat Peraturan telah di telah ditetapkan oleh Kementerian Hukum dan HAM pada 11 Maret 2019. Dalam Undang undang tersebut memuat 8 bab dan 21 pasal. Namun di dalam aturan tersebut masih belum merinci mengenai tarif. namun tarif rencananya akan masuk dalam aturan turunan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa tarif ojek online akan diumumkan pada Senin, 25 Maret 2019 mendatang. Penentuan tarif yang sepakatin cukup lama karena harus menguntungkan semua pihak.

Dirinya juga belum bisa memberikan bocoran kisaran tarif yang akan diumumkan pada pekan depan tersebut.

“Tarif ojek online ditetapkan Senin besok,” ujarnya

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyampaikan. Sampai saat ini Kemenhub bersama dengan stakeholder masih membicaraka rincian tarif ojek online.

Direncanakan akan ada batas tarif baik batas bawah maupun batas atas. Batas-batas tarif ini dirancang sedemikian rupa agar menguntungkan semua pihak.

Kami sudah bertemu asosiasi pengemudi mereka minta Rp 2.400 per kilometer. Kalau dari aplikator kayaknya tidak bisa, kalau gross mungkin bisa.

Kemarin ada yang menyampaikan ke saya kalau bisa di bawah Rp 2.000 per km, atau bisa juga Rp 2.000 per km. Nantinya harga tarif Ojek Online tersebut akan di tentukan pada hari ini. dikarenakan bpk Menhub sudah berbicara.

Tarif Ojek Online Akan Ditentukan dalam UU Nomer 12 Tahun 2019

Pihak ojek Online Grab merespons rencana kenaikan tarif ojek online tersebut. Pihaknya angkat bicara bahwa Ojek online harus meringankan penumpang seperti karyawan dan ibu rumah tangga.

Grab berharap peraturan tersebut dapat memberikan titik temu bagi semua pihak yang terlibat di dalam ekosistem transportasi online. Terutama bagi para mitra pengemudi . Diharapkan Masyarakat sebagai konsumen turut ikut . Dikarenakan akan terdampak langsung dengan kenaikan tarif jika tidak sesuai.

DariStudi independen terkini menunjukkan bahwa sekitar 71 persen konsumen hanya mampu mentoleransi kenaikan pengeluaran kurang dari Rp 5.000.

Dengan Rincian Jarak tempuh rata-rata konsumen sebesar 8,8 km per hari. Grab menyebut kenaikan tarif yang ideal adalah maksimal Rp 600 per kilometer atau menjadi Rp 2.000 per kilometer.

Kami berharap nantinya Keputusan Menteri Perhubungan mengenai aturan tarif akan dirumuskan secara bijaksana. Sehingga dapat menjaga sumber penghidupan yang berkesinambungan bagi mitra pengemudi.

Sekaligus tetap mempertahankan kualitas layanan, kenyamanan berkendara, dan keselamatan keselamatan konsumen

klik

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!