TERLAHIR CACAT TANPA KASIH SAYANG DARI KELUARGA

TERLAHIR CACAT TANPA KASIH SAYANG DARI KELUARGA

TERLAHIR CACAT TANPA KASIH SAYANG DARI KELUARGA : Tuhan menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya. Meski memang kita tidak dapat memilih di ruang yang mana dan dalam rongga tubuh seperti apa jiwa kan singgah. Dengan segala kekayaan duniawi di masa yang damai tak terelakkan lagi. Tak ada lagi yang namanya doa dan berserah diri. Usaha dan memperbaiki diri. Yang ada hanyalah interupsi. Tuhan semakin banyak diiterupsi oleh orang-orang yang selalu ingin lebih dan terbaik menurut versinya sendiri-sendiri.

Seorang remaja di Jakarta menderita kelainan saraf tulang belakang yang langka. Sebut saja namanya Putri (20). Pertumbuhannya lambat namun masih bisa berjalan walau tak normal. Putri sendiri tak mempermasalahkannya dan ia masih percaya diri bermain bersama teman-temannya. Cukup banyak yang lebih menilik-nilik kekurangannya daripada derai tawanya yang terurai lebar.

Putri tumbuh menjadi gadis yang keras dengan ambisi yang kuat. Karena dia sadar tak ada tempat untuk berpegang. Putri sangat terbiasa sarapan dengan makian dan pulang sekolah disambut dengan tamparan. Bapaknya tidak bekerja dan suka menyiksa Putri. Ibunya hanya bisa menangis dan meronta dan Putri sebagai pelampiasannya. Awalnya Putri menangis namun lama-lama air matanya tak sudi juga keluar.

Putri melalui masa kecilnya sampai remaja penuh siksaan dari orang tua dan teman-temannya. Dan ketika menginjak bangku kuliah penyakit Putri semakin parah hingga dia tak mampu lagi berjalan. Putri harus menjalani empat kali operasi namun kesembuhan tak kunjung datang. Dokter memvonis penyakitnya tak bisa disembuhkan lagi. Hanya bisa dicegah agar tidak mengalami perburukan dan selamanya teronggok di kursi roda.

Selama 4 kali operasi tak ada keluarga yang datang. Bapaknyapun tidak. Hanya Ibu yang selalu terduduk disisi ranjangnya. Tak satu pun kawan yang datang menengok atau sekedar bertanya kabar. Tapi Tuhan mengirimkan orang-orang terbaiknya dan mereka pun hanya mengenal kisahku dari obrolan mulut semata. Orang-orang yang datang dengan ketulusan hati menolong dan untuk menemani Putri.

error: Content is protected !!