The Australian : Ahok Adalah Gubernur Jakarta Terbaik

Pemilihan Gubernur Jakarta di tahun 2017 ini menjadi sorotan tak hanya di dalam negeri namun juga di mancanegara. Beberapa media asing ikut memberitakan kehebohan Pilkada DKI Jakarta ini yang terfokus pada pasangan calon Basuki-Djarot dan Anies-Sandi.

Hasil hitung cepat Pilkada Jakarta 2017 pun sudah dilakukan dan sudah mengeluarkan kemungkinan siapa yang memenangkan Pilkada DKI Jakarta ini. Pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjadi pemenang dalam hitung cepat dengan perolehan suara 51,93 persen. Meski demikian, media Negeri Kanguru, The Australian menyebutkan Basuki atau akrab disapa Ahok merupakan gubernur terbaik yang pernah memimpin Jakarta.

Seperti diketahui, Ahok menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta hanya dua setengah tahun. Dia menjabat sebagai orang nomor satu di Jakarta menggantikan Joko Widodo yang menjadi Presiden Indonesia. Namun menurut The Australian, Ahok secara luas telah diakui sebagai gubernur paling efektif yang pernah menangani ‘kota kacau’ dengan penduduk lebih dari 10 juta jiwa dalam beberapa dekade terakhir. Sayangnya, rekor ini tidak cukup untuk mengesampingkan kampanye amat efektif yang dilakukan ormas Islam dan calo kekuasaan politik, yang berusaha menggeser sekutu utama Jokowi jelang pemilihan presiden 2019. The Australian juga mengatakan bahwa para pemimpin oposisi ‘mencari celah di baju besi’ lawan mereka. Hal tersebut didapat lewat ucapan Ahok yang mempertanyakan penafsiran sebuah ayat Alquran, yang digunakan para ulama agar umat Islam tidak memilih pemimpin non-Muslim.

Hal ini nyatanya sama dengan apa yang terjadi dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Kubu Republik yang mengusung Donald Trump dan Mike Pence menggunakan cara lama untuk merasuki pemikiran warga AS yang nyatanya masih konservatif. Akibatnya, banyak sekali protes menyeruak karena taipan real estate itu menjadi presiden mereka. Lebih dari 30 persen rakyat AS memberi nilai ‘F’ kepada Trump atas kinerjanya selama dua bulan menduduki jabatan. Pada masa pemerintahan Barack Obama, ia memperoleh nilai ‘F’ sebanyak 11 persen pada masa awal jabatannya.

Banyak yang menafsirkan bahwa kehadiran Anies-Sandi dalam pemerintahan DKI Jakarta adalah untuk memuluskan berbagai kepentingan politik lainnya. Salah satunya, untuk kembali mengusung Prabowo Subianto dan memenangkan pilpres 2019 mendatang. Pasalnya, dalam deklarasi kemenangan Anies-Sandi, beberapa orang menyerukan ‘Anies untuk Gubernur, Prabowo untuk Presiden!’.

error: Content is protected !!