Tim Densus88 Antiteror Polri Tangkap 13Orang Terduga Teroris Jaringan JAD

Be Sociable, Share!
Tim Densus88 Antiteror Polri Tangkap 13Orang Terduga Teroris Jaringan JAD

Tim Densus88 Antiteror Polri Tangkap 13Orang Terduga Teroris Jaringan JAD.  Polri telah menangkap 13 terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Surabaya pascabom bunuh diri. Tim Densus 88 Menyita Sejumlah barang bukti terkait bom rakitan dalam operasi.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto meyampaikan bahwa bom rakitan siap pakai, juga berhasil disita oleh Densus 88.

Dirinya tidak bisa mengungkap jumlah pasti bom yang disita. Sebab sebagian Bom tersebut sudah didisposal atau dimusnahkan dengan cara diledakkan

“Kita tidak bisa mengatakan bomnya berapa. Karena masih ada komponen lain. Kata rekan-rekan di lapangan masih ada komponen sekarung yang siap dirakit,” ujar Setyo

Setyo juga memperlihatkan foto foto barang bukti yang sudah disita dari rumah bomber yang melakukan serangan di tiga gereja di Surabaya, Barang tersebut di sita di unit rusun di dekat Mapolsek Taman, Sidoarjo, dan penangkapan 13 anggota JAD Surabaya.

Tim Densus 88 menemukan banyak bahan peledak dari rumah kelompok anggota JAD Surabaya. termaksud bom rakitan siap digunakan yang berhasil disita.

Menurutnya, Dita Oepriarto pelaku bom bunuh diri di Gereja Pantekosta, Surabaya sempat menitipkan bom rakitan tersebut ke beberapa anggotanya. Diketahui Dita sendiri merupakan sebagai Ketua kelompok JAD Surabaya.

“Dita sempat titipkan bom kepada IF alias Wicang. Dan diserahkan juga kepada Tri. Jadi diduga mereka ini sudah siap melakukan bom bunuh diri,” tuturnya.

Diketahui Sehari sebelumnya, empat ledakan lebih dulu terjadi di kota Surabaya.  Tiga gereja menjadi sasaran dan satu unit rusunawa jadi lokasi perakitan bom yang gagal.

Ledakan di Rusunawa di Wonocolo, Sidoarjo terjadi secara prematur, di tempat tinggal terduga teroris JAD.

Menurut Ali Fauzi, mantan anggota Jamaah Islamiyah, Surabaya bukan tempat baru bagi kelompok teror. Hanya saja saat ini terjadi transformasi.

Dirinya menyebut, Dulunya Surabaya merupakan tempat mencetak pelaku teror. Begitu matang dan siap untuk melakukan Bom Bunuh Diri barulah mereka melakukan aksi di luar Kota Pahlawan.

detiktribun

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!