Donald Trump Buat Kebijakan Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

Be Sociable, Share!

Donald Trump Buat Kebijakan Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

Donald Trump Buat Kebijakan Yerusalem Sebagai Ibukota Israel. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu waktu setempat secara resmi membuat penyataan mengenai Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pernyataan  tersebut bertentangan dengan kebijakan Amerika Serikat yang telah berjalan selama tujuh dekade.

Pengumuman yang di lakukan Donald Trump dengan menandai langkah awal pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat  yang berada di  Tel Aviv ke Yerusalem.

“Hari ini, akhirnya kita mengakui hal yang jelas: bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Ini tidak lebih dari sekadar pengakuan akan realitas. Dan juga hal yang tepat untuk dilakukan. Ini hal yang harus dilakukan,” ucap Trump

Diketahui Selama ini Amerika Serikat dan seluruh negara lainnya di dunia.  Menolak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sejak negara  Israel mendeklarasikan dirinya pada 1948.

Trump juga menyebutkan kebijakan tersebut untuk membawa perdamaian dan dengan cara penolakan dari sepihak hanya berdampak tidak mendekatkan kesepakatan”

“Akan menjadi kebodohan untuk mengasumsikan bahwa mengulang formula yang sama persis sekarang akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda atau lebih baik, dan jika dengan penolakan sebuah langkah terlambat untuk memajukan proses perdamaian”.

rump sebelumnya telah bersumpah akan menjadi perantara “kesepakatan akhir” antara Israel dan Palestina. Terkait hal ini, ia menegaskan bahwa dirinya tetap berkomitmen untuk melakukan hal tersebut mengingat “itu sangat penting bagi Israel dan Palestina”.

Donald Trump juga mengatakan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel tidak seharusnya ditafsirkan bahwa Amerika Seriukat akan mengambil posisi tertentu atas kota tersebut.

“Dalam pengumuman ini, saya ingin mempertegas satu hal: keputusan ini tidak dimaksudkan, dengan cara pentadsiran. Kebijakan ini untuk menunjukkan penarikan diri dari komitmen kuat kami untuk memfasilitasi kesepakatan perdamaian abadi. Kami menginginkan sebuah kesepakatan yang menjadi kesepakatan baik bagi Israel maupun Palestina.”

kami juga tidak akan mengambil keuntungan dari apa pun mengenai kebijakan tersebut. Untuk mengenai perbatasan dirinya menyapaikan hanya kewenangan Israel dan negara negara ayang bersangkutan.

“Kami tidak mengambil posisi untuk status akhir pada isu-isu tertentu. Termasuk perbatasan spesifik kedaulatan Israel di Yerusalem atau resolusi perbatasan yang diperdebatkan. Itu menjadi urusan pihak-pihak yang terlibat,” ujar Trump.

detiktribun

 

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!