Tsunami Terjang Wilayah Banten Dan Lampung

Be Sociable, Share!
Tsunami Terjang Wilayah Banten Dan Lampung

Tsunami Terjang Wilayah Banten Dan Lampung. Bencana Tsunami kembali menghantam wilayah Indonesia pada Sabtu 22 Desember malam. Tsunami yang dipicu oleh aktifitas Gunung anak Krakatau membuat gempa vulkanik menerjang Provinsi Banten hingga Lampung.

Wilayah yang terkena Dampak terparah berada di area wisata Anyer dan Tanjung Lesung.Jumlah korban akibat tsunami yang menerjang wilayah pantai di Selat Sunda terus bertambah.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan dari data sementara yang dihimpun di posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 Orang luka luka dan 28 Orang dinyatakan hilang

“222 Orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang hilang,” Ujar Sutopo

Sutopo juga menyampaikan kerusakan material akibat tsunami meliputi 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, 350 kapal dan perahu rusak. dirinya menjelaskan, tidak ada korban tsunami yang merupakan warga negara asing. Semuanya warga Indonesia.

Korban dan kerusakan meliputi 4 wilayah kabupaten terdampak yaitu di Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan dan Tanggamus.

Tsunami Terjang Wilayah Banten Dan Lampung

Tenaga medis Dokes Polda Banten dokter Ratno menyampaikan 66 kantong jenazah korban tsunami Selat Sunda berada di Puskesmas Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

65 sudah terindentifikasidan Satu belum terindentifikasi, Kebanyakan korban merupakan Dari luar wilayah, Mulai dari Tangerang, Bogor, Jakarta yang merupakan wisatawan

Para Korban yang meninggal banyak ditemukan di penginapan Mutiara Cottage, Lagondi dan Stephani Hotel. Diketahui Tiga lokasi penginapan tersebut terlihat rusak parah akibat diterjang tsunami pada Sabtu malam kemarin, 22 Desember 2018.

Seluruh korban jiwa yang terindentifikasi di Puskesmas Carita langsung di bawah ke RSUD Berkah Pandeglang menungu kepastian keluarga. Jika belum juga diambil oleh keluarga korban, maka akan disimpan di RSUD Serang.

“Karena disana RSUD Serang ada kulkas untuk tempat pengawetan jenazah. Mereka di sana (RSUD Berkah Pandeglang) enggak ada kulkas. Korban yang udah ada mengakui, dibawa langsung,” ujar Retno.

Dirinya juga menyampaikan. Bahwa petugas medis dan relawan untiuk sekarang membutuhkan lebih banyak mobil jenazah. Agar bisa membawa korban ke rumah sakit.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!