Pengedit Video Buni Yani Membawa Bukti Di Kepolisian

Be Sociable, Share!

Pengedit Video Buni Yani Membawa Bukti Di Kepolisian

Pengunggah Video Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama Alias Ahok yang menjadi alat bukti Ahok menistakan agama, Buni Yani Sekarang diperiksa Polda Metro jaya, Jumat 18/11/2016.

Buni Yani mendatangi Polda Metro Jaya di dampingi Kuasa Hukumnya Aldwin Rahardian dengan membawa bukti tambahan untuk kasus yang menimpanya.

Aldwin mengatakan kali ini Buni Yani melengkapi BAP, Saksi-saksi sudah disiapkan dan kemaren beberapa orang sudah diperiksa. Kali ini akan menambahkan BAP bukti-bukti screenshot orang-orang yang selama ini mencemarkan nama baik pak Buni Yani dengan memprovokasi menyebarkan kebencian, semua dikumpulkan dan diserahkan ke pihak penyidik.

Aldwin membela klien nya yang tidak melakukan pengeditan video yang berdurasi satu jam beberapa puluh menit itu. Jadi, Ia menganggap Kotak Badja mencemarkan nama baik dan memfitnah Buni Yani. Saat ini ia melaporkan dua orang yaitu Muanas Alaidi dan Guntur Romli.

Aldwin menambahkan, kedua orang tersebut akan berpotensi menjadi tersangka seperti hal nya Ahok.

Aldwin mengatakan, dengan adanya pemeriksaan itu membuktikan laporan yang dibuatnya benar-benar layak ditindaklanjuti, ia menilai penyidik Polda Metro Jaya telah bekerja secara profesional menangani kasus ini yaitu laporannya terhadap dua orang pendukung Ahok yaitu Muanas Alaidi dan Guntur Ramli.

Dengan status Pak Ahok yang sudah sebagai tersangka, maka secara tidak langsung apa yang dituduhkan kepada Buni Yani menjadi terbantahkan. Polisi sekarang telah menaikkan status penyidikan dan sudah gelar perkara atas laporan Buni Yani.

Guntur Ramli dilaporkan karena telah menuduh Buni Yani menyebar isu SARA melalui akun Facebook nya. Sedangkan Muanas Alaidi dilaporkan karena ia telah melaporkan Buni Yani ke Polda Metro Jaya terkait tuduhan pengeditan video Ahok.

Sebelumnya Buni Yani melaporkan balik Kotak Badja ke polisi yang menuding Buni Yani mencemarkan nama Ahok melalui sosial media.

Tetapi Buni Yani merasa tidak melakukan perbuatan seperti yang dilaporkan, maka dengan bukti yang ada, Buni Yani melaporkan balik dengan laporan bernomor LP/4898/X/2016/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 10 Oktober 2016.

 

Baca juga Ini Kata Darmin Mengenai Rush Money

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!