Warga Jepang Minta Kim Jong-Un Diadili di ICC, Karena Anggota Keluarga Diculik Korut

Be Sociable, Share!

Warga Jepang Minta Kim Jong-Un Diadili di ICC, Karena Anggota Keluarga Diculik Korut

Sejumlah keluarga dari ratusan warga jepang yang diculik oleh Korea Utara akan memaksa Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Untuk melakukan proses pengadilan terhadap Kim Jong Un. Mereka mengatakan tidak adanya informasi dari orang yang mereka cintai merupakan pelanggaran HAM.

Tahun 2002, Korut melakukan pengakuan bahwa mereka telah menculik 13 warga jepang dari tahun 1970-an sampai tahun 1980-an. Belasan warga Jepang itu dipaksa oleh korut untuk memberikan pelatihan kepada mata-mata Korut. Hingga sekarang baru lima dari mereka yang sudah kembali ke negaranya.

Otoritas Jepang yakin sebenarnya warga jepang yang diculik oleh korut sampai sekarang telah berjumlah ratusan orang.

Dilansir dari Reuters, Jum’at (19/1), akan ada 8 warga jepang yang merupakan anggota keluarga dari warga yang diculik jepang. Mereka akan berangkat ke Den Haag, Belanda dan akan mendorong ICC untuk melakukan proses hukum kepada Kim Jong-Un.

Mereka mengatakan, Kim Jong-Un harus menerima proses hukum terkait pelanggaran HAM yang dilakukannya. Karena dia telah menolak untuk memberikan informasi terkait anggota keluarga mereka yang belum kembali.

Salah satu warga jepang yang akan pergi ke Den Haag adalah Terauki Masumoto, dimana Rumiko saudara perempuannya dikatakan oleh Korut sudah meninggal dunia.

Kazuhiro Araki, pemimpin dalam kelompok yang mendukung keluarga korban yang diculik oleh Korut. Mengatakan mereka akan mengajukan petisi kepada ICC yang meminta untuk melakukan penyelidikan terkait menghilangnya ratusan warga Jepang di Korut. Mereka meminta kasus ini diselidiki karena diduga sebagai kejahatan kemanusiaan. Agar mendapatkan dukungan dari Internasional atas kasus ini.

Korea Selatan sudah menjalin hubungan dengan Korea Utara

” Sekarang, dengan berlangsungnya Olimpiade ( Musim Dingin-red), Korea Selatan sudah menjalin hubungan dengan Korea Utara. Sangat tidak terduga oleh kami.” Jelas Araki, mengarah ke pembahasan dua negara Korea yang kembali menjalin hubungan setelah dua tahun lamanya terputus.

” Kami yakin ini akan menarik perhatian yang sangat besar di Jepang,” Ucapnya. Otoritas Korut sering sekali berjanji akan melakukan penyelidikan terhadap warga Jepang yang diculik, namun setelah itu mereka selalu ingkar janji.

Araki menambahkan, upaya yang dilakukan di Den Haag ini pada dasarnya hanyalah simbolis semata. Namun dia mengatakan langkah awal ini cukuplah penting. ” Menangkap Kim Jong-Un dan mengadilinya di ICC akanlah sulit. Namun ini sangatlah penting untuk memperlihatkan bahwa banyak terjadinya Pelanggaran HAM.” Jelasnya

Seorang lainnya yang ikut pergi ke Den Haag adalah Misa Morimoto, dimana saudari kembarnya hilang tanpa jejak saat masih berusia 20 tahun. Morimoto yakin bahwa kembarannya itu diculik oleh Negara Korut. ” Sebagai anggota keluarganya, saya akan melakukan semuanya selagi saya bisa.” Katanya melalui email.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!