Waspada Peredaran Narkoba Jenis Baru, Flakka

Be Sociable, Share!

Di Amerika Serikat, sedang muncul wabah narkoba baru yang disebut ‘Flakka‘. Flakka atau alpha-Pyrrolidinopentiophenone ini jauh lebih berbahaya dibanding kokain. Narkoba ini juga disebut gravel atau kerikil karena berbentuk seperti potongan kristal putih seukuran kerikil di dalam akuarium. Narkoba ini sedang mewabah dan menimbulkan kerusuhan bagi masyarakat di sekitarnya. Para penggunaannya akan memberikan respon yang sangat luar biasa agresif.

Flakka, berasal dari kata Spanyol yang berarti seorang wanita cantik (la flaca), mengandung senyawa kimia yang disebut MDPV, bahan utama pembuat bath salts atau garam mandi. Senyawa kimia ini menstimulasi bagian otak yang mengatur mood, hormon dopamin, dan serotonin. Stimulus yang dihasilkan dari obat ini akan membanjiri otak dan meninggalkan efek yang tahan lama.

Efek pada pecandu narkoba ini tidak akan hilang dan biasanya akan melekat, biarpun pengguna tidak lagi mengonsumsi obat tersebut. Penggunaan obat ini secara terus menerus akan menyebabkan kerusakan parah pada otak, otot, dan ginjal. Flakka akan berkeliaran di otak lebih lama dari kokain, begitu pun tingkat kerusakan otak, yang akan jauh lebih besar. Narkoba ini juga dapat menyebabkan otot-otot pecah, sebagai akibat dari hipertermia. Para ahli khawatir bahwa para pengguna flakka yang overdosis mungkin akan menjalani dialysis (cuci darah) sepanjang sisa hidup mereka.

Kebanyakan pecandu flakka akan meronta, menjerit, malah melukai diri sendiri ketika obat ini ‘merasuk’ dan mempengaruhi mereka. Pecandu narkoba zombie ini juga memiliki kecenderungan untuk melukai orang di sekelilingnya karena kehilangan kontrol sesudah mengkonsuminya. Flakka diketahui menyebabkan penggunanya merasa memiliki kekuatan super dan menimbulkan rasa marah yang meledak – ledak.

Jim Hall, ahli epidemiologi penyalahgunaan narkoba di Universitas Nova Southeastern, Fort Lauderdale, Florida, mengatakan bahwa obat sintesis ini sudah dilarang sejak tahun 2012. Hal ini dikarenakan oleh dosisnya yang sangat sulit untuk dikendalikan dan ditentukan. Sedikit perbedaan jumlah dosis yang dikonsumsi dapat menentukan apakah penggunakanya hanya sekedar berhalusinasi atau sekarat bahkan meninggal.

Sedikit overdosis narkoba ini, baik itu diisap, disuntikkan, ataupun disedot lewat hidung, dapat menyebabkan gejala ekstrem. Sebagian ahli menyebutnya “excited delirium”, yakni terjadi lonjakan adrenalin secara ekstrem yang dapat menimbulkan perilaku kekerasan. Dalam kondisi ini, suhu tubuh juga bisa melonjak sangat tinggi hingga 105°C.

Cerita mengenai efek dari narkoba ini sudah banyak tersebar. Diantaranya, seorang pria di Florida Selatan merusak pintu penahan badai dan setelahnya ia mengaku bahwa ia dalam pengaruh flakka. Seorang perempuan di Melbourne, Florida, berlari di tengah jalan dan berteriak bahwa ia adalah setan, saat dalam pengaruh flakka. Pihak berwenang di Florida memperingatkan semua orang tentang bahaya obat ini. Hall mengatakan, ada sekitar tiga sampai empat orang yang masuk rumah sakit dalam sehari di Browards Country, Florida, dan semakin banyak saat akhir pekan tiba. Selain di Florida, kasus para pengguna narkoba ini juga telah dilaporkan di Alabama, Mississippi, dan New Jersey.

Seperti obat-obatan sintetis pada umumya, sebagian besar flakka tampaknya datang dari China dan dijual melalui internet atau di tempat pompa bensin. Harganya yang murah juga menjadi penyebab flakka dapat tersebar luas dengan cepat. Flakka bisa didapatkan seharga USD 3 – 5  untuk satu dosis. Ini terbilang lebih murah ketimbang kokain.

Menurut Lucas Watterson, seorang peneliti pascadoktoral di Pusat Penelitian Penyalahgunaan Zat di Temple University School of Medicine, para penyelundup bisa menuliskan ‘tidak untuk konsumsi manusia’ pada label obat. Celah – celah seperti inilah yang membuat flakka tetap beredar luas meskipun telah dilarang oleh Drug Enforcement Administration.

Mungkin akan memakan waktu beberapa tahun untuk mendapatkan data yang diperlukan agar lembaga federal agar bisa mengeluarkan larangan resmi pada peredaran flakka . Yang menjadi masalah adalah apabila salah satu obat ini dilarang atau ilegal, produsen obat akan merespons dengan memproduksi sejumlah alternatif yang berbeda.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!