8 Nelayan Warga Korea Utara Terdampar Di Laut Jepang

8 Nelayan Warga Korea Utara Terdampar Di Laut Jepang

Kepolisian Jepang menemukan 8 nelayan mereka mengaku sebagai warga Korea Utara yang terdampar. Di dekat pelabuhan Yurihonjo di wilayah Akita. Seorang Otoritas yang berwenang diwilayah itu, Yoshinobu Ito Mengatakan bahwa pihaknya mengetahui keberadaan kedelapan orang tersebut pertama kali dari sebuah laporan warga.

Sekarang, kedelapan pria itu ditahan dan sedang diinterogasi. Menurut penyelidikan sementara, pria tersebut mengaku bukanlah pembelot. Tapi nelayan yang perahu kayunya mengalami gangguan teknis dan mengakibatkan mereka terdampar di daerah tersebut.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Kabinet, Yoshihide Suga. Mengesampingkan anggapan bahwa delapan orang tersebut adalah mata-mata dari rezim Kim Jong-un.

Insiden tersebut terjadi pada saat Korea Utara sedang menjadi sorotan terkait ambisi nuklirnya. Terutama setelah Korut melakukan uji coba keenam senjata nuklirnya pada awal September.

Ketegangan di Semenanjung Korea ini juga memicu kekhawatiran kedatangan pengungsi Korea Utara menuju ke beberapa negara. Karena banyak warga Korea Utara yang ingin membelot ke negara-negara tetangga, khususnya ke Korea Selatan.

Ini juga bukan yang pertama kalinya kapal korut terdampar di Jepang. Minggu lalu, kelompok penjaga pantai berhasil menyelamatkan tiga warga Korea Utara yang terdampar setelah kapal yang mereka gunakan terbalik di perairan timur Jepang. Dua belas warga Korea Utara hilang dalam kecelakaan ini, sementara awak kapal lainnya dikembalikan ke Negara Korea Utara.

Minggu lalu, seorang tentara Korea Utara di perbatasan berhasil melarikan diri ke Korea Selatan meskipun diberondong oleh puluhan peluru oleh teman sepekerjaanya di zona demiliterisasi (DMZ) yang berbatasan dengan kedua negara itu. Prajurit tersebut berhasil melewati masa komanya setelah selesai dioperasi dua kali di sebuah rumah sakit di kota Seoul.

Jepang saat ini sedang mempelajari cara untuk mengantisipasi gelombang pengungsi warga Korea Utara ke negara mereka jika ada agresi militer di wilayah tersebut.

Surat kabar lokal Jepang mengatakan Tokyo juga harus bisa mengantisipasi kedatangan mata-mata dan juga teroris jika gelombang pengungsi Korea Utara benar-benar terjadi.

error: Content is protected !!