Pemerintah Mendukung Massa Hadiri Aksi 412

Pemerintah Mendukung Massa Hadiri Aksi 412

Pasca aksi 2 Desember sukses mendatangkan ratusan ribu massa, kini muncul kegiatan lain aksi 412 bertajuk “Kita Indonesia”. Acara yang digagas oleh Partai Golkar, Nasional Demokrat dan beberapa partai pendukung pemerintah itu digelar pada Minggu, 4 Desember di sepanjang Jalan Sudirman hingga Bunderan Hotel Indonesia.

Rencananya akan ada 10 panggung yang didirikan di sepanjang area tersebut. Panggung akan diisi pagelaran budaya dari pukul 08:00 hingga 11:00 WIB.

Waktu yang dipilih memang berbarengan dengan hari bebas kendaraan atau Car Free Day. Ketua DPP Golkar, Zainudin Amali mengatakan acara “Kita Indonesia” digelar bukan untuk menandingi aksi damai 2 Desember yang dilakukan di Monuman Nasional.

Wakil Ketua Komisi VIII Sodik Mudjahid menilai sikap pemerintah tidak adil yang telah mendukung penuh parade Aksi Kita Indonesia dibandingkan dengan aksi Bela Islam III yang digelar pada Jumat kemarin (2/12). Padahal aksi Bela Islam III juga tidak melakukan gerakan-gerakan anarkisme bahkan berjalan dengan lancar, namun, dipersulit oleh pemerintah.

“Demo kemarin (Bela Islam III) banyak dipersulit, demo sekarang (Aksi Kita Indonesia) difasilitasi pemerintah. Sangat tidak adil, menggali lubang kubur sendiri,” ujar Sodik

Aktivis 98, Uchok Sky Khadafi membandingkan perlakuan aparat kepolisian terhadap dua agenda aksi besar. Yakni aksi 2 Desember 2016 (212) dan aksi yang digelar pada 4 Desember 2016 (412).

Menurut Uchok, pihak kepolisian tidak akan melarang perusahaan-perusahaan penyedia alat transportasi untuk mengangkut massa aksi 412.

Sebab, lanjut dia, hal itu dikarenakan aksi 412 merupakan bagian dari pemerintahan dan memiliki sosialisasi yang minim. Sehingga, pihak kepolisian merasa bisa lega dan tak perlu khawatir.

“Aksi Indonesia Kita ini tidak ada kaitannya dengan aksi yang dilakukan pada hari Jumat. Aksi Indonesia Kita digelar dalam rangka meningkatkan atau membangkitkan kembali rasa kebangsaan yang pada akhir-akhir ini menganggu rasa kebhinekaan,” ujar Zainudin ketika melakukan jumpa pers di Kantor DPP Partai Nasdem pada Jumat, 2 Desember dan dikutip media.

“Acara ini murni acara olah raga dan kebersamaan antara Menteri dengan karyawan Kemendag untuk melakukan kegiatan olah raga agar badan sehat dan segar setelah selama satu pekan penat bekerja,” kata Srie kepada Rappler pada Sabtu, 3 Desember.

Srie mengatakan ini bukan kali pertama Kemendag menggelar acara serupa. Sebab, acara sederhana semacam itu bisa dapat menjadi jembatan untuk lebih menjalin rasa kekeluargaan dan kekompakan keluarga besar Kemendag.

 

Baca Berita Terkini lainnya di detiktribun

error: Content is protected !!