Antasari Azhar Minta Penjelasan Soal Grasi Ke Lapas Tangerang

Antasari Azhar, terpidana kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, mendatangi Lapas Tangerang, Banten, Rabu (25/1/2017) siang. Antasari datang untuk mengonfirmasi kabar mengenai dirinya akan menerima grasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Antasari mendatangi lapas tersebut lantaran mendapatkan pesan whatsapp dari pengacaranya, Boyamin Saiman siang ini. Dalam pesan itu juga terdapat keppres dan surat putusan grasi untuk Antasari.

Kedatangan Antasari disambut Kepala Lapas Tangerang, Arpan. Keduanya tampak berbincang sejenak, kemudian memasuki lapas untuk meneruskan pembicaraan di dalam. Arpan tidak menduga Antasari akan datang ke lapas siang ini. Dia juga baru mengetahui kabar mengenai grasi untuk Antasari dari running text di salah satu stasiun televisi swasta pagi tadi. Arpan tidak dapat memberikan komentar apa – apa terkait grasi ini. Menurutnya, mekanisme penurunan grasi ini adalah dimulai dari Presiden mengeluarkan grasi, dibawa ke Mahkama Agung, kemudian diteruskan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, disampaikan ke kejaksaan, baru terakhir ke lapas.

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, Johan Budi, sebelumnya menyebutkan bahwa Keppres soal permohonan grasi Antasari sudah diteken Presiden dan dikirim ke PN Selatan pada hari Senin (23/1/2017) lalu. Keppres tersebut juga berisi pengurangan masa hukuman Antasari selama enam tahun. Johan mengatakan, alasan dikabulkannya grasi tersebut adalah adanya pertimbangan Mahkamah Agung yang disampaikan kepada Presiden sebelumnya.

Antasari tetap mengajukan grasi kepada Presiden Joko Widodo meskipun sudah mendapat pembebasan bersyarat pada 10 November lalu. Permohonan grasi telah diajukan melalui kuasa hukumnya, Boyamin Saiman, pada 8 Agustus 2016 lalu. Antasari mengatakan, jika permohonan grasinya diterima, dia bisa melakukan klarifikasi dan mengajukan rehabilitasi. Selain itu, Antasari bisa bebas dari status bebas bersyarat dan kewajiban melapor.

Antasari sudah menjalani kurungan fisik selama tujuh tahun enam bulan. Ia sempat ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya. Sejak 2010, total remisi yang dia peroleh selama empat tahun enam bulan. Dengan demikian, total masa pidana yang sudah dijalani sebanyak 12 tahun. Mantan Ketua KPK itu berhak mendapat bebas bersyarat setelah menjalani dua pertiga dari vonis 18 tahun penjara.

error: Content is protected !!