Bareskrim Masih Terus Terima Laporan Korban Penipuan First Travel

Bareskrim Masih Terus Terima Laporan Korban Penipuan First Travel

Bareskrim Masih Terus Terima Laporan Korban Penipuan First Travel. Polri masih membuka Crisis Center pengaduan korban dari PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel. Diperkirakan Jumlah tersebut semakin bertambah setiap hari.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, AKBP M Rivai Arvan menyampaikan sampai hari ini jumlah penghaduan semakin bertambah. Hingga saat ini tehitung jumlah pengaduan dari para korban mencapai s2.890 Laporan yang telah masuk di kami

Pengedauan laporan dibagi menjadi dua, melalui Email dan secara langsung datang. Terhitunbg jumlah pelapor melalui hari ini email sebanyak 2.059 dan pelapor secara langsung sebanyak 1.438.

Rivai menuturkan untuk hari ini jumlah pengaduan melalui email cenderung paling banyak dan sedangkan untuik pelapor secara langsung paling tertinggi pada 23 Agustus 2017 saat kasus ini sedang naik naiknya. Total pengaduan melalui email sampai saat ini sebanyak 6.847 dan pelapor secara langsung untuk saat ini 16.043

Polisi telah menetapkan Andika dan Istrinya Anniesa Desvitasari Hasibuan maupun Adeknya Siti Nuraidah Hasibuan ( Kiki Hasibuan) sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengelapan dan pencucian uang dan penipuan oleh PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel.

Pihak kepolisian masih menyelidiki sejumlah aliran dana jemaah calon umrah, Polisi pun bekerja sama dengan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Diketahui bahwa aliran dana First Travel mencapai Triliunan Rupiah dan digunakan untuk kepentingan pribadi

Kepala PPATK, Kiagus Badaruddinne menyampaikan Berdasarkan penelusuran sementara, cukup besar nilai yang diserap dari dana jemaah umrah. Nilainya triliunan rupiah

Polisi saat ini telah menyita sebuah rumah mewah di kawasan Sentul dengan properti di dalamnya,Tak hanya rumah di Sentul. Polisi juga menyita sejumlah bangunan rumah tinggal lainnya. Beberapa di antaranya rumah tinggal di kompleks Vasa Cluster, Jalan Kebagusan Dalam IV Nomor 5 Kavling D, Pasar Minggu dan rumah kontrakan di Jalan Benda Raya, Gang Bambu Kuning Nomor 15, Cilandak, Jakarta Selatan.

Pihak Kepolisian juga menyita enam buah mobil mewah yaitu Vellfire, Pajero Sport hingga VW Caravella. Mobil tersebut di duga dibeli dari uang para jemaah bukan hanya itu saja polisi juga mengungkap sebanyak 10 mobil lainnya yang di ketahui telah berpidah tangan antara lain, Hummer, Mercedes Benz, tiga Avanza, dua Daihatsu, dua Luxio, dan Isuzu.

Polisi di bantu dengan Analisis Transaksi Keuangan masih terus menyelurusi, Polisi juga menyita sebuah Butik yang berada di kawasan Mampang Jakarta Selatan dan Polisi masih menyelidiki pembeliian sebuah restoran mewah yang berada di London Inggris

dewadominoqq

 

error: Content is protected !!