Bila Bumi Tidak Memiliki Bulan

Bulan identik dengan malam hari. Walaupun kadang bisa terlihat sebelum langit menjadi gelap, kita selalu menyikapinya sebagai penghias di langit pada malam hari. Tentu saja, ia juga memiliki berbagai kegunaan lainnya selain sebagai penghias langit di malam hari.

Menurut ilmu pengetahuan antariksa, Bulan adalah satu – satunya satelit Bumi. Satelit yang dimaksud disini adalah benda yang mengorbit terhadap planet induknya. Menurut salah satu teori penciptaan alam semesta, Bulan lahir tidak lama setelah tata surya dan Bumi terbentuk. Benda yang baru terbentuk sektar 4,5 miliar tahun yang lalu ini, selain mempengaruhi mempengaruhi laju bumi dalam berevolusi terhadap matahari, juga memiliki banyak pengaruh terhadap stabilitas beberapa fenomena yang terjadi di Bumi.

Diantara fenomena yang ada di Bumi, mungkin yang paling signifikan adalah gelombang di lautan. Sejak ribuan tahun yang lalu, para nelayan dan juga para penjelajah di Bumi telah memanfaatkan gelombang ini untuk mengatur jalannya perahu. Gravitasi dari Bulan lah yang menyebabkan hal ini terjadi. Jika tidak ada, maka besar gelombang di lautan hanya sekitar 40% dari yang ada saat ini.

Gravitasi Bulan juga sangat penting bagi rotasi Bumi. Bila tidak ada, maka Bumi akan berputar dengan sumbu yang tidak beraturan. Jika dianalogikan, perputaran rotasi Bumi akan mirip seperti putaran pelan gasing yang akan segera berhenti. Jika rotasi kacau tersebut terjadi, suhu Bumi akan menjadi ekstrem dan tak terkontrol. Suhu di Bumi akan jadi seperti Venus dan Uranus yang akan membuat kita mendidih seketika karena suhu yang sangat ekstrem.

Rotasi Bumi akan lebih cepat 3-4 kali dari saat ini bila tidak ada Bulan. Ilmuwan memperkirakan satu hari di Bumi dapat berlangsung 6-8 jam saja. Dalam waktu satu kali Bumi mengelilingi matahari (satu tahun), manusia akan memiliki sekitar 1.100 – 1.400 hari. Hal ini tentu saja akan berdampak pada sistem penanggalan yang akan menjadi kacau.

Tentu saja malam tanpa Bulan akan terasa sangat gelap dan mencekam. Walaupun lebih redup 400.000 kali dari matahari, Bulan sendiri lebih terang dibandingkan objek angkasa lainnya. Pada masa pra-sejarah, Cahayanya telah menolong manusia untuk beraktivitas di malam hari. Manusia ketika itu pun bisa lebih cermat untuk berlindung dari ancaman hewan buas yang mengintai di malam hari.

error: Content is protected !!