DirJen Bea Cukai Menggelar Pemusnahan Barang Ilegal Lagi

Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta menggelar acara pemusnahan hasil penindakan di kantor pusat Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC) untuk kedua kalinya di tahun 2016 ini. Barang-barang yang dimusnahkan adalah barang hasil penindakan kantor wilayah bea cukai Jakarta. Barang yang dimusnahkan terdiri dari 28.787 botol miras, 510 batang cerutu, dan 3,32 juta batang rokok ilegal dengan potensi kerugian negara akibat barang ilegal ini mencapai Rp 12,15 miliar.

DJBC Jakarta bersama Badan Narkotika Nasional juga mengungkap 41 kali penindakan narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP) periode Januari hingga Desember 2016 sebanyak total 52.145 butir, 6.742 kg, dan lima keping. Menteri Keuangan, Sri Mulyani membeberkan, NPP tersebut berasal dari beberapa negara, seperti Amerika, Inggris, Belanda, Jerman, China, Taiwan, India, dan Myanmar. Modus yang sering digunakan untuk menyelundupkan barang yaitu melalui barang kiriman pos dan Perusahaan Jasa Titipan (PJT).

Selain NPP, miras, cerutu dan rokok ilegal, dalam pemusnahan kali ini juga terdapat barang ilegal lainnya berupa produk kosmetik, suplemen dan obat – obatan, handphone, pakaian, sex toys dan barang-barang lain yang mengandung unsur pornografi. Barang – barang ini merupakan hasil penindakan Kantor Pos Pasar Baru Periode 2015 hingga 2016.

Sri Mulyani, menerangkan bahwa barang – barang yang dimusnahkan merupakan barang-barang yang melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Miras dan rokok ilegal ini dimusnahkan karena tidak dilekati pita cukai, dilekati pita cukai palsu, pita cukai bekas, dan pita cukai yang bukan peruntukannya.

Sri Mulyani menjelaskan, barang-barang ilegal tersebut berasal dari pihak-pihak yang tidak mematuhi peraturan, sehingga berdampak pada kerugian di bidang sosial dan ekonomi, dimana akan timbul persaingan usaha yang tidak sehat dengan pengusaha yang taat pada ketentuan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai.

Sebagai informasi, Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tanjung Priok bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok juga berhasil menangkap satu kontainer 40 feet miras ilegal pada Rabu lalu yang diimpor oleh PT. SPMB, yang merupakan importir produsen.

Modus yang dilakukan adalah dengan membuat misdeclaration atau pemberitahuan yang tidak benar. Barang diberitahukan sebagai parts of elevator, namun kedapatan miras jenis soju sebanyak 36.400 botol asal Korea Selatan. Saat ini kasusnya tengah ditangani oleh Bea Cukai Tanjung Priok dan telah ditetapkan dua orang tersangka yaitu MZ selaku Direktur dan SR selaku Marketing PT. SPMB.

Setiap tahunnya, pemberantasan barang – barang ilegal yang dilakukan oleh Bea Cukai semakin meningkat secara signifikan. Sepanjang tahun 2016, Bea Cukai sudah melakukan 1.205 kali penindakan miras ilegal dan 2.248 kali penindakan rokok ilegal. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2015 Bea Cukai menindak 967 kasus miras ilegal dan 1.232 kasus rokok ilegal.

Atas penindakan barang – barang illegal ini, Bea Cukai juga turut berhasil menjalankan fungsi sosial di masyarakat. Keberhasilan seluruh tangkapan ini juga tak lepas dari kerja sama yang baik antara Bea Cukai, BNN, Polri, TNI, Kejaksaan serta kementerian dan instansi terkait lainnya.

error: Content is protected !!