Dubes Rusia Berharap Trump Memperbaiki Hubungan Baik dengan Rusia

Rusia meyakini hubungan antara Moskow dan Washington DC akan lebih menguntungkan di masa pemerintahan baru Amerika Serikat menyusul terpilihnya Donald Trump pada pemilu presiden AS pada 8 November lalu. Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Mikhail Yurievich Galuzin, memprediksi hubungan dua negara besar ini akan jauh lebih dekat dan “konstruktif” di masa yang akan datang.

Menurut Galuzin, intensi pendirian presiden AS terpilih Donald Trump dalam kaitan hubungan AS-Rusia jauh lebih positif dibandingkan dengan pendirian AS selama ini yang dipegang oleh Barack Obama. Kebijakan Obama selama ini benar-benar telah merusak hubungan baik kedua negara.

Selama ini, menurutnya, hubungan baik Rusia dan AS terhambat akibat ulah AS menerapkan beberapa kebijakan internasional yang dinilai merugikan Rusia. Salah satu kebijakan yang mengecewakan Rusia adalah keputusan AS dan beberapa Negara Barat lainnya untuk menerapkan sanksi “ilegal” kepada Rusia terkait konflik di Suriah dan krisis Ukraina. Sanksi internasional yang dilayangkan kepada Rusia sejak 2014 lalu terkait masalah di Ukraina telah menyebabkan jatuhnya mata uang Rusia, sehingga menyebabkan krisis finansial pada Negara Beruang merah tersebut. Selain itu, keputusan AS untuk menangguhkan operasional Komisi Kepresidenan Bilateral AS-Rusia semakin menyudutkan hubungan antar kedua negara. Pasalnya, komisi bilateral merupakan satu-satunya platform penghubung seluruh proyek kerja sama antar kedua negara.

Dalam masa kampanye pemilu, Trump sempat menyatakan bahwa dirinya memuji Presiden Rusia Vladimir Putin dan menganggap AS seharusnya dapat bekerja sama lebih dekat lagi dengan Rusia. Tak lama setelah pemilu AS usai, Putin dan Trump juga telah berbincang soal penguatan “kerja sama yang konstruktif” termasuk dalam memerangi terorisme melalui sambungan telepon pada pertengahan November lalu.

Dalam perbincangan pada Senin (14/11), Trump dan Putin sepakat untuk “memberi saluran” bagi hubungan Amerika Serikat dan Rusia, serta “menggabungkan upaya untuk mengatasi terorisme dan ekstremisme internasional”.

Galuzin memaparkan, dari percakapan keduanya dapat disimpulkan bahwa Rusia menyambut baik keinginan pemerintahan baru AS untuk bekerja sama lebih erat lagi dengan Rusia. Menurutnya, baik Putin dan Trump memiliki proyeksi dan pemahaman yang sama dalam menghadapi situasi global ke depannya.

error: Content is protected !!