Gunung Sinabung Kembali Erupsi

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, hari ini sudah tiga kali mengalami erupsi. Erupsi terjadi pada pukul 3.36 WIB, 6.46 WIB, dan 9.47 WIB. Warga diminta waspada, terutama yang berada di dekat aliran sungai.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan kolom abu tertinggi terjadi pada pukul 6.46 WIB dengan ketinggian abu mencapai 4.000 meter dan memiliki amplitudo 120 milimeter. Erupsi ini juga menyebabkan gempa vulkanik yang berlangsung selama 343 detik. Namun tidak ada awan panas guguran dengan angin berhembus meniup debu secara perlahan ke arah tenggara. Saat ini, Sutopo juga menginformasikan bahwa puncak gunung Sinabung masih teramati karena cuaca dalam keadaan cerah.

Warga dihimbau untuk menjauhi zona merah serta memakai masker bila berpergian untuk berjaga – jaga jika terjadi erupsi lagi. Sutopo juga mengingatkan kepada para masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di dekat sungai – sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar mewaspadai ancaman banjir bandang dan aliran lahar. Walaupun telah terbentuk bendungan alam di hulu Sungai Laborus, bendungan ini dapat jebol sewaktu – waktu bila tidak kuat menahan volume air.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status Gunung Sinabung tetap berada di Level IV atau Awas. Potensi letusan susulan Gunung Sinabung menurut Sutopo juga masih tinggi. PVMBG juga merekomendasikan masyarakat dan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan-Tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor Tenggara-Timur, serta di dalam jarak 4 km untuk sektor Utara-Timur Gunung Sinabung.

Menurut catatan dari BNPB, belum ada penambahan warga yang mengungsi. Hingga saat ini, ada 7.214 jiwa yang mengungsi di 8 pos pengungsian, atau 2.038 KK. Namun hanya ada 2.863 jiwa yang tinggal di pos pengungsian. Kebutuhan sandang dan pangan para pengungsi secara umum dapat terpenuhi. Pemda Kabupaten Karo telah mengalokasikan APBD sebesar 1,5 miliyar rupiah untuk penanganan pengungsi

Menurut Sutopo, hingga saat ini hunian sementara yang sedang dibangun oleh Kementerian PUPR sebanyak 348 unit di 4 lokasi. Biaya untuk membangun 348 unit hunian sementara tersebut berasal dari dana siap pakai BNPB sebesar 27,8 miliyar rupiah. Hunian sementara ini ditargetkan akan selesai pada bulan Juni mendatang. Sementara sisanya masih terkendala karena masalah lahan.

Sutopo juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan menaati rekomendasi pemerintah. Gunung Sinabung masih berstatus awas dan tidak dapat diprediksikan kapan akan berhenti meletus. Hal ini dikarenakan parameter vulkanik dan seismisitas gunung masih tetap tinggi sehingga potensi letusan susulan masih tinggi.

error: Content is protected !!