Ius Pane Si Buronan Pembunuhan Sadis Ditangkap

Ius Pane Si Buronan Pembunuhan Sadis Ditangkap

Untuk menangkap satu pelaku perampokan disertai dengan pembunuhan sadis di Pulomas yang berhasil lolos, yakni Ridwan Sitorus alias Ius Pane alias Marihot Sitorus (45)–Semula diberitakan bernama Yus Pane alias Pius Pane—Polda Metro Jaya sudah menerbitkan status Daftar Pencarian Orang (DPO).

Foto-foto Ius Pane pun sudah disebar ke berbagai tempat dan ke media sosial. Polisi meminta masyarakat bisa bekerja sama dengan kepolisian untuk menangkap buronan ini. Apabila mengetahui mengetahui keberadaan Ius, masyarakat diminta memberitahukan ke polisi terdekat atau menghubungi piket Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada nomor telepon 0822 9991 1996.

Adapun ciri-ciri Ius, yakni memiliki luka di bagian pipinya, warna kulitnya sawo matang, bentuk wajah persegi, dan rambut berwarna hitam. Buronan itu lahir di Medan, 11 November 1971.

Setelah lima hari menjadi buronan, akhirnya polisi berhasil menangkap satu tersangka pembunuhan tersebut, Ridwan Sitorus alias Marihot Sitorus alias Ius Pane.

Jajaran Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur, dan Polresta Depok berhasil menangkap Ius Pane di Pool Bus ALS (Antar Lintas Sumatera), Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (1/1/2017) pagi. “Iya, benar ditangkap di Medan,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana Marpaung, Jakarta, Minggu (1/1/2017)

Seperti telah diberitakan sebelumnya, tak lama setelah terungkapnya pembunuhan sadis Pulomas. Polisi berhasil menangkap tiga orang dari empat orang tersangka, yakni, Ramlan Butarbutar, Erwin Situmorang, dan Alfins Bernius Sinaga. Ramlan Butarbutar tewas setelah polisi menghadiahinya timah panas lantaran berusaha untuk kabur.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana mengatakan. Penangkapan Ius Pane berawal ketika pihaknya mendapat informasi keberadaan pelaku di dalam bus ALS bernomor bodi 333. “Bus itu sendiri berangkat dari Bogor menuju Medan, Sumatera Utara, sejak Kamis (29/12), lalu,” katanya, Minggu (1/1/2017).

Menurutnya, dari informasi itu, tim Resmob yang dipimpin Kanitnya, AKP Abdi Harahap mencoba menjaga pelaku di pangkalan ALS di Marindal, Medan. Begitu turun, pelaku yang rencananya akan pindah mobil untuk menuju Belawan, Simpang Pajak, langsung disergap. “Saat diringkus, pelaku tak melakukan perlawanan,” ujar Sapta.

“Yang terpenting pelaku sudah ketangkep. nanti kita periksa,” ucapnya.

Rencananya, kata kasat, pelaku akan kabur ke rumah kerabatnya di kawasan Belawan. Pelarian itu dilakukan Ius Pane setelah melihat rekan-rekannya tertangkap bahkan ada juga yang tewas diterjang timah panas.

Saat ini pelaku masih berada di Medan. Rencananya pelaku akan dibawa ke Jakarta untuk dimintai keterangan.

“Siang ini ke Jakarta untuk melakukan pemeriksaan. Saat ini masih di Medan,” tutur dia.

Perampokan yang disertai pembunuhan sadis Pulomas terungkap ketika 11 orang ditemukan disekap dalam sebuah kamar mandi 1,5 x 1,5 meter. Selama 17 jam di rumah mewah yang terletak di Jalan Pulomas Utara, Nomor 7A, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa, 27 Desember lalu.

Enam orang yang disekap tewas, yakni pemilik rumah Dodi Triono serta dua putrid cantiknya, Diona Arika Andra Putrid an Dianita Gemma Dzalfayla. Kemudian teman Gemma, Amel, serta dua sopir pribadi yang bernama Yanto dan Tasrok. Lima orang korban perampokan Pulomas berhasil diselamatkan, yakni anak Dodi yang bernama Zanette Kalila Azaria, dan empat asisten rumah tangga, yaitu Emi, Fitriani, Santi, dan Windy.

Baca juga berita terkini lainnya di Detiktribun

error: Content is protected !!