JARINGAN NARKOBA INTERNASIONAL BERHASIL DITANGKAP DENGAN SITAAN 600 RIBU PIL EKSTASI

JARINGAN NARKOBA INTERNASIONAL BERHASIL DITANGKAP DENGAN SITAAN 600 RIBU PIL EKSTASI

Jaringan narkoba Internasional berhasil ditangkap dengan sitaan 600 ribu pil ekstasi. Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim Polri, berhasil mengungkap sindikat jaringan internasional peredaran narkotika Belanda-Indonesia.

Narkotika berjenis Extacy tersebut disusun dengan rapi dengan jumlah 120 bungkus atau kurang lebih 600.000 butir. Pengungkapan ini berhasil dilakukan pada Rabu (8/11) lalu.

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukamto mengatakan penyelidikan terhadap sindikat ini dilakukan kurang lebih selama satu bulan oleh Satgas yang dipimpin oleh AKBP Alamsyah Pelupessy. Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat bahwa akan masuk narkoba lewat jalur udara bandara Soekarno Hatta.

KRONOLOGIS PENGINTAIAN HINGGA PENANGKAPAN

Pada Rabu (8/11) lalu, lanjut Ari, sekitar pukul 08.00 WIB tim satgas melakukan Raid Planning Execution (RPE) terhadap target di perumahan yang beralamat di Villa Mutiara Gading 2, Blok F 7, No 9 A, RT 007, RW 016, Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara Bekasi.

“Dari alamat itu, kami mengamankan tersangka Dadang Firmanzah (22) dan Waluyo (37). Setelah dilaksanakan interogasi kemudian Satgas melakukan penggeledahan di dalam rumah itu, dan didapati 2 kotak besar kayu yang berada di salah satu ruangan di dalam rumah tersebut,” ucapnya.

Setelah itu, dilakukan pembongkaran terhadap box itu, ditemukan narkotika jenis ekstasi sebanyak 120 bungkus yang terdiri dari tiga warna yaitu oren, hijau, dan pink, dengan berat total 243.20 kilogram atau kurang lebih 600.000 butir.

Berhasil menangkap Dadang dan Waluyo, sekitar pukul 17.30 WIB, langsung dilakukan Control Delivery (CD) sebanyak satu bungkus ectasy (5000 butir) dan kemudian dilakukan penangkapan terhadap tersangka Randy Yuliansyah (22) di Lotte Mart, Grand Pramuka City, Jalan Jendral Ahmad Yani, Kavling 49, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut, pihaknya melakukan pengembangan pada Jumat (10/11) lalu, sekitar pukul 10.00 WIB, tim satgas berkoordinasi dengan Lapas tingkat 1 Surakarta, untuk bertemu Andang Anggara (pengendali Dadang dan Waluyo).

“Kita lakukan pengembangan lanjutan dan pada hari Jumat, 10 November 2017, sekitar pukul 17.00 WIB, tim satgas berkoordinasi dengan Lapas tingkat 1 Gunung Sindur, untuk bertemu dan menangkap Sonny Sasmita (pengendali Andang Anggara),” tuturnya.

PERKIRAAN HARGA YANG DIJUAL PER BUTIRNYA

Narkotika jenis ini dipasarkan dengan harga perbutir Rp 500 ribu sehingga total harganya mencapai Rp 300 miliar. Atas penangkapan ini jaringan ini, diperkirakan 1,2 juta jiwa yang bisa terselamatkan.

Pasal yang disangkakan terhadap para tersangka yaitu Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika ancaman hukuman dipidana dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara dan denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar ditambah sepertiga.

 

detiktribun.com

error: Content is protected !!