Kakek Berusia 67 Tahun Mencabuli 11 Anak

Kakek Berusia 67 Tahun Mencabuli 11 Anak Dibawah Umur

Entah apa yang ada dibenak seorang kakek ini hingga melakukan hal yang sangat menyedihkan. Sebut saja Syahril alias Trisno. Dia yang berusia 67 tahun ini telah melakukan pencabulan terhadap 11 anak dibawah umur. Ternyata perbuatannya ini telah dilakukannya selama 3 Tahun. Tanpa diketahui oleh warga sekitar. Sebelumnya korbannya hanya berjumlah 10 anak. Namun bertambah menjadi 11 karena ada satu korban lagi yang mengaku menjadi korban.

Iptu Dhoria S Simanjuntak selaku Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres TebingTinggi. Sedang melakukan pemeriksaan terhadap kakek ini. Kakek ini tinggal di Desa Penggalangan, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Dari pengakuannya dia berpura-pura menjadi dokter dan kemudian mencabuli para bocah. Ketika dia berpura-pura menjadi dokter, dia melihat satu persatu kemaluan anak-anak. Dengan alasan apakah kemaluan mereka sudah bisa disunat atau belum. Setelah itu, barulah dia melakukan aksi bejatnya. Dia mengatakan bahwa dia hanya sebatas memegang kemaluan anak-anak. Tentu saja polisi tidak percaya dengan pengakuannya.

Kejadian ini diketahui karena ada seorang korbannya melakukan hal yang sama ke teman sekelasnya

Mulanya ada seorang korbannya dengan inisial S memaksa temen sekelasnya untuk melakukan oral seks dikamar mandi sekolah. Kejadian ini dipergoki oleh salah seorang gurunya. Saat diinterogasi S yang berumur 10 tahun. Mengaku perbuatan ini dilakukannya karena dia pernah dilakukan dengan perlakuan yang sama oleh  Trisno. Trisno merupakan Kakek angkatnya.

Mendengar cerita dari anak ini, pihak sekolah dan keluarga korban pun melaporkannya ke Polres Tebingtinggi. Polisi kemudian mengamankan Kakek Trisno. Sejauh ini, pihak kepolisian telah memeriksa 8 orang saksi. Penyidik juga meminta keterangan terhadap sejumlah korban kakeek ini.

Salah satu orang tua dari korban mengaku sangat kesal dengan ulahnya. Dia berharap kakek ini diberikan hukuman yang setimpal. Kejadian ini juga menyebabkan mental dari anak-anak menjadi terganggu. Untuk memulihkan kondisi psikologis korban, pihak polisi melakukan pendampingan terhadap korban-korban dari kakek ini.

Dengan perbuatannya. Dia pun dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) UU perlindungan anak No23 tahun 2002, dengan hukuman minimal 15 tahun penjara.

error: Content is protected !!