Mahkamah Agung Thailand Menjatuhkan Hukuman Kepada Mantan PM Thailand

Mahkamah Agung Thailand Menjatuhkan Hukuman Kepada Mantan PM Thailand

Mahkamah Agung Thailand Menjatuhkan Hukuman Kepada Mantan PM Thailand. Yingluck Shinawatra dijatuhkan hukuman Penjara lima tahun  oleh Makamah Agung. Yingluck dinyatakan bersalah atas kelalaiannya dalam skema subsidi beras.

Dalam persidangan, Sembilan hakim  telah memutuskan namun kabar itu bocor ke media Thailand.

Namun Hingga saat ini, Yingluck pun masih menjadi buronan kepolisian Thailand atas dugaan Korupsi Subsidi beras. Dirinya dilaporkan kabur beberapa jam setelah tidak hadir pada sidang putusan pengadilan pada bulan Agustus lalu.

Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha pun menanggapi penyataan mengenai kabunya eks   mantan perdana menteri Tersaebut. Prayuth mengatakan bahwa ia tahu di mana tempat persembunyian Yingluck. Namun, ia menolak mengungkap di mana lokasinya dikarenakan untuk menjada bocornya dan kaburnya tersangka

“Saya memiliki mata-mata sendiri. Saya memiliki informasi tapi tiidak bisa membocorkannya,” ujar Prayuth.

Dari penyelusuran yang ada bahwa  saat ini Yingluck  tinggal di Dubai dengan kakaknya yang juga mantan PM Thailand tersebut, Thaksin Shinawatra. Pria kelahiran 26 Juli 1949 itu, lengser dari jabatannya akibat kudeta pada tahun 2006.

Perdana Menteri Thailand, Prayuth meminta kepada warga Thailand untuk tetap tenang dan menunggu sanksi yang akan diberikan kepada Yingluck.

Namun Hukuman tersebut, dinilai telah menjatuhkan popularitas kekuasaan keluarga Shinawatra yang diketahui telah memenangkan lima kali pemilihan umum dan menjadi kekuatan dominan di negara Thailand

Didalam persidangan terbarunya, Terlihat hanya terdapat 75 pendukung Yingluck Shinawatra yang ikut  hadir dan mendukung. Hal tersebut sangat  kontras pada waktu persidangan sebelumnya pada bulan Agustus, Dengan ribuan pendukung yang datang dalam sidang pengadilan

Baik Yingluck dan Thaksin telah  mengklaim bahwa mereka merupakan  korban perburuan oleh militer dan keluarga kerajaan, kelas menengah, maupun kaum elite.

Diketahui Yingluck merupakan perdana menteri perempuan pertama yang berada di Thailand Yingluck pun menjabat pada 2011 dan pada Tahun 2015, kasus skema subsidi beras membuatnya lengser dari jabatannya. Akibatnya, Negeri Gajah Putih mengalami kerugian hingga US$ 8 miliar pada saat itu.

detiktribun

error: Content is protected !!