Novi Amelia Kembali Berulah

Novi Amelia yang sering disebut dengan nama Novie Amelia atau Novie Amalia berulah lagi. Model Majalah Dewasa berusia 29 tahun asal Me­dan ini berteriak-teriak seolah tidak waras di ping­gir jalan kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis 8/12/2016. Kapolsek Tebet, Kompol Nurdin A Rah­man, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya seorang perempuan yang mengganggu warga. Menurut laporan, wanita tersebut baru saja turun dari dalam taksi dan kemudian berteriak-teriak tak karuan di jalanan. Warga sekitar yang hendak menenangkan wanita tersebut justru dimarahi.

Menurut Nurdin, ketika polisi datang ke TKP, mereka mengenal wanita yang mengamuk tersebut. Wanita tersebut tidak lain adalah Novi Amelia. Agar tak membuat keresah­an, Novi Amelia langsung terpaksa diamankan. Saat itu, Novi diduga mengalami depresi sehingga mengamuk di jalanan. Setelah diperiksa, polisi tidak menemukan adanya indikasi penggunaan narkoba pada Novi.

Saat di Mapolsek pun, Novi terus menga­muk. Akhirnya pihak kepolisian menghubungi petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Dinas Sosial DKI Jakarta. Hingga Jumat (9/12/2016) sore, Novi masih ditangani oleh pihak Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 Kedoya, Jakarta Barat.

Novi kemudian menjelaskan bagaimana ia bisa sampai berurusan dengan polisi lagi. Pada Kamis (8/12/2016) dini hari, ia baru saja pulang berpesta bersama temannya. Namun, sesampainya di depan rumah kosnya di Jalan Tebet Timur Dalam I, Novi enggan masuk dan beristirahat. Hal ini memicu perdebatan antara mereka. Novi mengatakan bahwa dirinya tidak senang dipaksa pulang karena ia masih mau jalan – jalan. Maka dari itu, sejak kamis pagi, Novi berkeliling menggunakan taksi. Perdebatan dengan temannya ini membuat warga melaporkannya ke polisi, yang kemudian membuatnya harus berurusan lagi dengan polisi.

Menurut Novi, warga disekitar kosnya agak berlebihan karena membawanya ke polisi. Ia tidak merasa mengganggu ketertiban dan hanya berdebat dengan temannya. Novi tidak menyangka bahwa kejadian ini sam­pai mengakibatkan dirinya diperiksa polisi. Sambil tertawa, Novi juga mengaku bosan berurusan dengan polisi lagi. Dia berharap kejadian ini tak terulang lagi.

Suhardi, ayahanda Novi, tidak heran dengan tingkah laku anaknya yang kerap berteriak-teriak hingga membuat heboh orang-orang sekitar. Menurut sang ayah, Novi memang suka begitu dikarenakan ia sudah mengalami depresi sejak lama semenjak mengadu nasib di Jakarta. Suhardi men­gaku sempat ragu memberi izin kepada bungsu dari enam bersaudara itu untuk ke Jakarta. Namun akhirnya Novi berangkat sendiri tiga bulan yang lalu dengan alasan ada pekerjaan.

Sebelum ke Jakarta, selama enam bulan Novi menetap di kampung halamannya, Tebing Tinggi, Sumatera Utara, ia tidak memiliki pekerjaan tetap. Suhardi pun mengaku belum menge­tahui anaknya saat ini berada di panti sosial. Nantinya, ia akan berembuk den­gan keluarga untuk memutuskan langkah selanjutnya yang akan diambil.

 

error: Content is protected !!