Penyerangan Mapolda Sumut Bermotif Mengambil Senjata Polisi

Penyerangan Mapolda Sumut Bermotif Mengambil Senjata Polisi

Penyerangan Mapolda Sumut Bermotif Mengambil Senjata Polisi. Pernyerangan Markas Polda Sumatra Utara terhadap dua orang terduga jaringan teroris ISIS diperkirakan bermotif untuk merebut senjata dari kesatuan kepolisian.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting menyebutkan setelah senjata api nantinya sudah di peroleh oleh pelaku. Rencananya akan digunakan untuk melakukan serangan berikutnya terhadap anggota polri maupun TNI

Namun, Upaya tersebut digagalkan dan kedua orang tersebut berhasil dilumpuhkan oleh personel Brimob sedang bertugas menjaga dipos Pintu 2 Mapolda sumut.

Pada saat personel Brigadir E Ginting bersama Aiptu Martua Sigalingging sedang berjaga di pos pintu masuk 3. Datang dua orang tak di kenal menyerang Brigadir E Ginting bersama Aiptu Martua Sigalingging,

Brigadir E Ginting meminta pertolongan yang akhirnya teriakan tersebut didengar oleh kesatuan Brimob yang sedang berjaga di pintu dua. Kedua pelaku berhasil di lumpuhkan.

Menurutnya dari hasil pemeriksaan pada Kamera Pengawas kedua pelaku masuk dengan cara melompat pagar di bagian kiri Mapolda Sumut. Selain merebut senjata api milik Aiptu Martua Sigalingging. Keduanya juga berniat melakukan pembakaran terhadap pos jaga yang di serang

Dari penyidikan, Polisi mendapatkan bawah salah satu teroris yang menyerang Mapolda Sumut berinisial SP perna pergi ke Suriah pada tahun 2013 lalu. Kepergian SP kesuriah untuk bergabung dengan ISIS

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting menyampaikan bawah informasi tersebut di ketahui dari hasil pemeriksaan bekerja sama dengan Densus 88.

Setelah kepulangannya dari suriah, SP mempelajari pemahaman radikalisme yang dia pelajari semasa bergabung dengan ISIS ketika kesuriah dan melalui dunia maya. SP pun menyalurkan pemahaman ISIS kepaa keluarga dan orang orang disekitarnya

SP pun masih terus berkomunikasi dengan pihak ISIS melalui Internet, Ketika dilakukan pengeledahan dari rumah tersangka SP yang berada di Jalan Pelajar Timur, Lingkungan 18, Gang Kecil, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, polisi menyita beberapa barang bukti berupa dokumen tentang cara cara melakukan serangan bunuh diri.buku untuk anak-anak tentang kisah perang, buku-buku pemahaman tentang ISIS, poster bergambar pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdadi, dan pelat pencetak serta cakram VCD.

Pihak Penyidik juga menggerebek  dua lokasi percetakan yang berada di kawasan Jalan Sisingamangaraja. Percetakan diduga mencetak berbagai logo ISIS. Pencetakan logo ISIS itu diduga untuk kepentingan 2 tersangka penyerangan Mapolda Sumut.

dewadominoqq

error: Content is protected !!