Pertemuan Menlu ASEAN Membahas Memanasnya Semenanjung Korea

Pertemuan Menlu ASEAN Membahas Memanasnya Semenanjung Korea

Pertemuan Menlu ASEAN Membahas Memanasnya Semenanjung Korea. Dalam pembahasan di ASEAN Foreign Ministers’ Meeting Retreat membahas persoalan memanasnya di semenanjung Korea.

Dalam pertemuan ini, himpunan Negara negara Asia Tenggara mengeluarkan stand-alone statements. Pernyataan tersebut merupakan dokumen pertama yang dihasilkan pada AMM ke-50 di Manila.

Sepuluh Menteri Luar negeri ASEAN sangat prihatin atas meningkatnya tensi di Semenanjung Korea termasuk sejumlah uji coba Rudal Balistik yang di luncurkan Korea Utara.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menyampaikan bahwa kita sepakat untuk menekan bahwa yang dilakukan Korea Utara adalah hal yang tidak bisa diterima dalam berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB. Oleh Karena itu kita sepat megeluarkan Stand Alone Statment.

Di dalam Dokumen tersebut terdapat lima paragraf yang berisi perkembangan di Semenanjung korea yang semakijn memanas akan mengancam perdamaian, Keamanan dan Stabilisasi dunia.

Kami juga Mendesak kepada Korea Utara dengan segera untuk mematuhi kewajiban yang telah keluar dibawah Resulusi Dewan Keamanan PBB

Para Menteri yang tergabung di dalam ASEAN juga mengarisbawahi kepentingannya bahwa. Kami mendukung inisiatif untuk memperbaiki hubungan memanasnya yang terjadi di Semenanjung Korea dengan cara berdialog. ASEAN siap untuk memainkan peran dalam membangun keamanan dan kondusif di Semenanjung Korea.

Sebelumnya dewan Keamanan PBB telah menjatuhkan saksi baru terhadap Korea Utara termasuk dalam melarang ekspor senilai US$ 1Miliar. Langkah tersebut dinilai akan memangkas sepertiga anggaran pendapatan negara Korea Utara

Resolusi atas Korut disetujui dengan suara bulat pada hari Sabtu. Fakta ini menunjukkan bahwa China dan Rusia menanggalkan dukungan mereka terhadap Korut dan memilih bergabung dengan Barat.

Sanksi yang di berikan korut merupakan paket ekonomi terbesar yang pernah jatuh untuk melawan rezim Korea Utara. Inggris pun menuyambut baik atas sanksi tersebut, langka ini adalah yang terbatus untuk rezim Kim Jong Un

Karena Ekspor batubara merupakan sumber pendapatan terbesar bagi Korut dengan nilai US$401 juta pertahun

dewadominoqq

error: Content is protected !!