Prediksi Bank Indonesia Pertumbuhan Ekonomi Sumber Melambat di 2017

Bank Indonesia meprediksi pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat tahun depan cenderung stegnan di kasaran 5,3% hingga 5,7%. Kondisi ini karena pemulihan harga komoditas yang terbilang lamban.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumber Pujii Atmoko, potensi pertumbuhan ekonomi Sumber masih terbuka lebar di tengah tekanan ekonomi global. Peluangnya masih terbuka  dengan mengoptimalkan belanja pemerintah,mendorong investasi  dan meningkatkan kredit perbankan ke sektor produktif.

BI optimalkan pertumbuhan ekonomi sumber tahun depan akan lebih baik dari pencapaian 2016 meski tidak melonjak secara signifikan. Hal ini disebabkan karena terbatasnya belanja pemerintah untuk mentimulus pertumbuhan. Pada sisi lain,harga komoditas pertanian pasarf global belum sepenuhnya membaik.

Tahun ini, BI memprediksi pertumbuhan ekonomi Sumber di kisaran 5,2% himgga 5,8%. Target ini melihat realisasi pertumbuhan ekonomi Sumber di kuartal ketiga yang mencapai 4.82% terendah dalam 5 tahun. Peringatan anggaran yang dilakukan pemerintah dan pemotongan dana alokasi umu (DAU) menyebabkan sejumlah proyek di daerah melambat. Penurunan juga dipacu dari sektor lapangan usaha di sektor pertanian.  Akibat cuaca ekstrem yang dalam kondisi normal berkontribusi  terhadap PDRB sebesar 24%.

Selain itu, laporan indeks daya Saing Global periode 2016-2017 yang dirilis world Economic Forum menunjukan  daya saing. Indonesia  merosot dari peringkat 37 tahun  lalu menjadi peringkat 41 tahun ini dari 138 negara di dunia. Kondisi ini mengharuskan Indonesia harus berusaha lebih keras lagi untuk bersaing di area gloalisasi dan kemajuan teknologi. Yang menjadikan dunia seakan tanopa batas. Komdisi perekonomian global saat ini, kata flonald. Di tandai dengan pertumbuhanysng venderung bisa kebawah, sebagai dampak daari pemulihan ekonomi global yang masih berlangsung.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan. Pemerintah akan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% lewat desain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).  Yang seimbang, realitas dan kredibel. Dengan begitu, APBN diharapkan dapat menjadi pelindung ekonomi Indonesia supaya tidak terseret arus pelemahan global.

Sri Mulyani lebih lanjut menyimpulkan, perekonomian nasional mulai pulih di kuartal IV2015. Pemerintah berupaya melanjutkan perbaikan ekonomi pada tahun ini melalui anggaran yang ekspensif.

“Tema di 2016 mengelola pemulihan yang masih sangat awal dari situasi yang relatif berat di 2014 sampai kedua 2015. Kemudian di;lanjutkan pada 2017 untuk menjaga pertumbuhan ekonomi  di atas 5%.” Jelasnya

error: Content is protected !!