Presiden China Xi Jinping Resmi Menjabat Seumur Hidup

Presiden China Xi Jinping Resmi Menjabat Seumur Hidup

Presiden China Xi Jinping Resmi Menjabat Seumur Hidup. Parlemen China secara resmi  telah memilih kembali Presiden Xi Jinping untuk masa jabatan kedua, dengan jabatan tanpa pembatasan periode ia bisa menjabat.

Sebelumnya, telah disetujui sebuah amendemen kontroversial untuk menghapus batas dua masa jabatan presiden bersama 20 perubahan lainnya pada Minggu 11 Maret lalu. Amendemen itu lolos dengan mudah di Kongres Rakyat Nasional dengan prolehan lima suara penentang.

Mengenai rapat perubahan tersebut, dilarang di media sosial. Pemerintah China pun mengambil tindakan cepat untuk membungkamnya, bahkan dengan perbedaan pendapat yang kecil sekalipun.

Para pemimpin Partai Komunis berpendapat perubahan menggenai  Pasal 79 undang-undang dasar diperlukan/ Karena jabatan kunci lainnya yang dipegang Xi Jinping sebagai ketua partai dan kepala Komisi Militer Pusat tidak disertai pembatasan waktu.

Mengenai Penghapusan batasan masa jabatan diyakini akan menjamin China terus mempertahankan kepemimpinan yang kuat di mata dunia dan akan mewujutkan mimpi mimpi China,

Dikerenakan menjelang masa reformasi penting dan negara adidaya yang baru bangkit itu berada pada tahap kritis dalam pembangunan ekonominya.

Mantan pemimpin Bhina, Hu Jintao dan Jiang Zemin juga telah memegang ketiga jabatan tersebut,Namun masing-masing mengundurkan diri sebagai presiden dan kemudian beralih ke peran kepemimpinan yang pada umumnya setelah dua kali masa jabatan.

Diketahui, Xi yang saat ini dianggap sebagai pemimpin China paling dominan sejak zaman Mao Zedong. Hasil pemungutan suara terkait penghapusan batas masa jabatan presiden. Merupakan kemenangan penting dalam pertarungannya mempertahankan kekuasaan di negara yang menjadi kekuatan ekonomi kedua di dunia.

Para penentang amendemen meminta keputusan tersebut dibatalkan untuk mencegah kengerian di zaman Mao Zedong terulang kembali. Dikhawatirkan, perubahan kontroversial dalam konstitusi China akan memicu sebuah bencana yang berisiko menenggelamkan negeri itu ke era baru pergolakan politik dan kediktatoran tunggal.

“Ini bisa menghancurkan China dan rakyatnya. Jadi saya tidak bisa berdiam diri. Saya harus membuat mereka tahu bahwa ada pihak yang menentang keputusan itu,” ucap Li Datong, seorang pensiunan editor yang menjadi wajah oposisi liberal.

Pengamat politik Cary Huang mengatakan, upaya Xi untuk menjadi penguasa de facto China merupakan  kontroversial dalam perkembangan sejarah politik Negeri Tirai Bambu.

“Sejarah telah menunjukkan bahwa banyak pemimpin politik yang mengejar jabatan seumur hidup belum berhasil mewujudkan visinya. Beberapa dari mereka justru digulingkan … sebagian lainnya dibunuh oleh lawan politiknya,” tutur Huang.

Ia menambahkan, pernyataan itu membuat petaruhan sangat tinggi bagai rakyat China, yaitu degan permusuhan baru di antara rival politik dan penindasan akibat perbedaan politik menempatkan China pada risiko mengulang tragedi era Mao.”

error: Content is protected !!