Tersangka Buni Yani Tidak Jadi Ditahan

Tersangka Buni Yani Tidak Ditahan

Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian menyatakan penetapan tersangka terhadap kliennya oleh pernyidik Polda Metro Jaya tidak fair. Dia menganggap pengingkatan status Buni Yani sebagai tersangka kasus penghasutan berbau SARA di media sosial itu tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Sementara itu Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono menampik tudingan itu. Menurut Awi, peningkatan status perkara Buni Yani dari penyelidikan ke penyidikan sudah sesuai peraturan.

Menurut Awi, mengenai penigkatan status Buni Yani, yang lebih tau adalah penyidik, bukan pengacara. Penyidik sudah punya timeline, kapan LP masuk, kemudian kita melakukan klarifikasi, kemudian menerbitkan surat perintah peyelidikan.

Awi Setiyono mengatakan penyidik memiliki sejumlah alasan, sehingga tidak menahan pengunggah penggalan video pidato Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu.

Alasan objektifnya, yang bersangkutan selama pemeriksaan kooperatif, menjawab semua pertanyaan penyidik. Kemudian alasan subjektifnya tidak dilakukannya penahanan terhadap Buni Yani adalah diyakini Buni Yani diyakini tidak akan melarikan diri. Polisi juga telah melakukan pencekalan terhadap pria yang berprofesi sebagai dosen itu.

Meski demikian, polisi tetap melakukan pencekalan tersangka ke pihak Imigrasi. “Segera kita kirim permohonan ke Kejagung 60 hari ke depan,” ujar Awi.

Alasan lainnya adalah Buni Yani tidak berpotensi menghilangkan barang bukti. Sebab barang bukti dalam perkara ini semuanya telah di sita penyidik.

Barang bukti yang disita dari tangan Buni Yani antara lain, Handphone merek Asus Zenfone2 warna hitam, e-mail buni_yani@yahoo.com yang dibuat pada 1998, akun Facebook Buni Yani yang dibuat pada 2008, dan screenshot posting-an Facebook Buni Yani terkait penggalan video Ahok.

Dan yang terakhir tidak di ulanginya perbuatan tersebut. Tentunya yang bersangkitan sama-sama diberikan kepercayaan jangan sampai perbuatan itu terulang kembali di kemudian hari.

Begitu alasan-alasan yang dilontarkan Awi. Ia juga melanjutkan, penyidik berkeyakinan yang bersangkutan tidak perlu dilakukan penahanan.

Tanggapan Ahok

Menanggapi hal tersebut, Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok enggan berkomentar banyak mengenai penetapan tersangka Buni Yani.

“Saya tidak tahu,” ujar Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Kamis (24/11/2016).

Menurut dia, penetapan tersangka merupakan kewenangan kepolisian, sehingga dia tidak berhak berkomentar banyak.

“Itu kewenangan polisi, tanya polisi,” ujar Ahok

 

Baca Juga Usaha Presiden Joko Widodo Dinginkan Suasana Politik: Dari Berkuda hingga Bertemu Tokoh

Satu tanggapan untuk “Tersangka Buni Yani Tidak Jadi Ditahan

Komentar ditutup.

error: Content is protected !!