Thomas Djamaluddin Menyebut Negara Asgardia Masih dalam Hayalan

Thomas Djamaluddin Menyebut Negara Asgardia Masih dalam Hayalan

Thomas Djamaluddin Menyebut Negara Asgardia Masih dalam Hayalan. Ilmuwan Rusia Igor Ahisrabeyli bulan lalu menyampaikan pendapat mengenaik negara baru yang akan berlokasi di luar angkasa yang akan di berinama Asgardia.

Diperkirakan sejak pencetusan Negara Luar Angkasa Tersebut sudah lebih dari 284 ribu warga berbagai negara yang sudah mendaftarkan diri menjadi warga Negara pertama di negaa Asgardia,

Dari pantauan halaman resmi Asgardia terlihat sekitar 6000 warga Indonesia yang mendaftarkan diri mereka menjadi penduduk Asgardia atau Asgardian. Sebanyak 84 persen warga indonesia yang mendaftarkan diri adalah laki laki dan 16 persen adalah wanita.

Dari peta yang berada di halama web Arsardia tampak persebaran pendaftaran di Indonesia tersebut.
yang berada di berbagai kota kota besar, Seperti Jakarta Bandung, Surabaya, Medan, Denpasar, Yogyakarta, Bekasi, Banjarmasin, Makassar, Gorontalo

Mengacu dari laman web tersebut, ada 900 orang dari Jakarta yang mendaftarkan diri untuk menjadi Asgardian. Disusul Bandung dengan 343 orang, Surabaya sebanyak 248 orang, Tangerang sebanyak 240 orang, dan Bekasi ada 231 orang.

Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin menyampaikan bahawa Asgardia untuk saat ini hanya sekedar mimpi dan Hayalan.

“Kendala terbesar adalah mewujudkan koloni di antariksa. Teknologi daya dukung kehidupan di antariksa untuk jumlah manusia yang banyak belum ada. Warga yang akan tinggal di sana juga pasti dikenai biaya amat sangat mahal,” ucapnya

Menurutnya, Manusia tidak aakn bertahan lama tinggal di antariksa, apa lagi sampai membentu koloni saat di luat angkasa. Dan manusia juaga perlu daya dukung kehodupan seperti Oksigen, Air dan makanan lainnya.

Secara Fisik daya tahan tubuh manusia semaki lembah jika terlalu lama baerada di luar angkasa atau ruang hampa yang berada di gaya gravitasi mikro.

Selain itu. untuk saat ini legalitas berdasarkan hukum yang sudah di buat perjanjian mengenai hukum keantariksaan Internasional hanya terkait dengan peluncuran Objek pengamatan dan satelit antariksa. Dan untuk legilitas tinggal secara membuat kelompok atau sebuah negara di antatiksa masih diperdebatkan termaksud mimpi untuk membuat Negara Luar Angkasa Asgardia

dewadominoqq

error: Content is protected !!