Turki dan Uni Eropa Ingin Pulihkan Kerja Sama Kembali

Turki dan Uni Eropa Ingin Pulihkan Kerja Sama Kembali

Turki dan Uni Eropa Ingin Pulihkan Kerja Sama Kembali. Keduanya ingin berupaya memulihkan hubungan keduanya setelah permusuhan berlangsung. Para pejabat dari Uni Eropa menyatakan kekhawatiran terhadap Turki bergeser ke otoriterisme,

Namun Uni Eropa akan menyambut kedatangan dari Presiden Recep Tayyip Erdogan di Varna, Bulgaria pada hari Senin 26 Maret 2018. Kedatangan Presiden Recep

Uni Eropa ingin Turki mempertahankan peran menjadi penjaga gerbang untuk migran yang ingin masuk Eropa. Ankara memiliki sederetan panjang tuntutan tersebut. Namun menjelang pertemuan Varna, ketegangan antara kedua pihak memuncak kembali

“Dewan Eropa mengutuk keras terus diambilnya tindakan ilegal oleh Turki di Mediterania timur dan Laut Aegea, dan menegaskan solidaritas penuh dengan Siprus dan Yunani,”

Diketahui sebelumnya, hubungan antara kedua pihak menanas. Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengeluarkan ancaman kepada Eropa. Dia mengatakan siap memberikan pengalaman buruk bagi julukan si Benua Biru

Ancaman tersebut sebut dengan memberikan Pengalaman buruk tersebut akan mereka wujudkan dengan cara mengirim 15 ribu pengungsi ke Eropa. Jika benar terjadi maka ketegangan antara dua blok ini akan semakin meruncing.

“Jika kamu mau, kami bisa membuka jalan bagi 15 ribu pengungsi yang tidak pernah kami kirim tiap bulan dan itu akan menghancurkan pikiran kalian,” sebut Soylu seperti dikutip dari Al-Araby.

Soylu merupakan salah satu orang kepercayaan Presiden Recep Tayyep Erdogan yang merupakan garis keras. Saat Turki dan Belanda menegang, Soylu menuduh Berlin dan Den Haag terlibat dalam demo anti-Erdogan Oktober 2014 dengan kudeta gagal 15 Juli 2016 lalu.

Diketahui, Turki mengerahkan kapal perangnya  dalam serangkaian memanasnya dengan Yunani maupun Siprus, yang merupakan bagian dari anggota Uni Eropa.

“Kami tidak dapat menerima pernyataan mengenai Turki,” tulis Menteri Turki untuk Keanggotaan Uni Eropa, Omer Celik.

Menurut para pakar militer, Turki ingin di dalam pertemuan Varna yang berlangsung, ” Turki ingin menjadi peluang untuk kearaban bersama Uni Eropa dengan foto bersama,

Hal tersebut merupakan kesempatan Turki untuk mengirim pesan kepada rakyat. Bahwa semua baik-baik saja dengan Uni Eropa, Dan merupakan hal penting Turki semakin mendekat dengan Uni Eropa kembali,” ucap  Cengiz Aktar seorang analis politik

Turki pun mendesak Uni Eropa untuk memperkenalkan perjalanan bebas visa bagi para warga Turki. Maupun menyerukan perluasan kesepakatan mengenai bea cukai.

Namun Kedua permintaan tersebut terhambat karena keprihatinan Uni Eropa terkait komisi HAM di Turki.

detiktribun

 

error: Content is protected !!